Pembacaan Alkitab : 2 Petrus 1:8-9
TEMA : JANGAN LUPAKAN SANG PENGHAPUS DOSA
"...siapa saja yang tidak memiliki semuanya itu menjadi buta dan picik, karena la lupa bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan" (ay. 9)
Ada ungkapan pepatah yang cukup dikenal di Indonesia, yaitu "seperti kacang lupa pada kulitnya". Konon, penggambaran kacang digunakan karena kacang dalam pertumbuhannya dilindungi oleh kulitnya. Namun, setelah matang dan dikupas, kulit yang tadinya melindungi itu dibuang, bahkan dilupakan.
Lupa memang sesuatu yang alami bagi manusia. Setiap orang dapat saja melupakan sesuatu. Akan tetapi, pembacaan Alkitab malam hari ini mengingatkan bahwa kita tidak bisa melupakan pengorbanan Yesus Kristus yang telah menghapus dosa-dosa kita.
Apalagi melupakan karya keselamatan yang dinyatakan melalui kebangkitan-Nya. Pribadi yang mudah melupakan bahwa dosa- dosanya telah dihapuskan disebut buta dan picik.
Sejenak kita merenung, apakah selama ini kita pun menjadi pribadi yang buta terhadap kebaikan Allah, sehingga lebih banyak mengeluhkan hidup daripada mensyukuri kehidupan?
Apakah kita juga berpikiran picik ketika menghadapi sebuah peristiwa, sehingga menganggap Allah tidak ada dan tidak hadir dalam peristiwa sulit dalam kehidupan kita?
Melanjutkan perenungan pagi tadi, jika kita buta dan picik, hal itu tidak ubahnya manusia yang beriman tetapi tidak bertumbuh dan hidup tidak saleh.
Pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menghapus dosa-dosa manusia dan kebangkitan-Nya yang menyelamatkan hanya dilihat sebagai kisah masa lalu yang perlu diingat, tetapi tidak dihidupi.
Mungkin benar bahwa kita tidak akan pernah mampu mengenal Allah secara mendalam karena keterbatasan kita, tetapi hal itu bukan berarti kita dapat dengan mudah melupakan karya penebusan-Nya.
Kita bisa saja melupakan beberapa hal dalam hidup ini karena keterbatasan daya ingat yang dapat ditampung oleh otak kita.
Namun, kita tidak dapat melupakan kasih besar Allah yang demikian hendaklah kita telah mengampuni dosa-dosa kita, mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Amin
Doa: Allah Maharahim, ampunilah kami jika sering kali melupakan-Mu dan hidup menurut pikiran sendiri. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow