Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Minggu, 26 April 2026, 2 Korintus 5:14-16 Love Is Blind

Alfianne Lumantow • Kamis, 23 April 2026 | 09:04 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5:14-16

TEMA : LOVE IS BLIND

Kasih Allah menyalakan mata hati untuk melihat keindahan oranglain, di saat dunia hanya menawarkan gelap dan penghakiman

Sebab, kasih Kristus menguasai kami, karena kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, mereka semua sudah mati (ay.14)

 

Love is blind" merupakan sebuah idiom terkenal yang dipopulerkan dalam beberapa karyanya. dimaknai sebagai potret bagi orang yang sedang jatuh cinta cenderung mengabaikan kekurangan pasangannya.

Pertanyaannya, apakah idiom ini sedang menggambarkan sisi gelap dari orang yang sedang jatuh cinta? Bagi Shakespeare, cinta bukan berbicara tentang gelap atau terang melainkan tentang keindahan (beautyness).

Kekuatan cinta terletak pada kemampuan untuk melihat keindahan bahkan di dalam kondisi tergelap sekalipun.

 

Kacamata inilah yang digunakan oleh Rasul Paulus dalam perikop pembacaan hari ini. Rasul Paulus sedang mengatakan bahwa kasih Kristus yang menguasainya telah memperlihatkan keindahan dalam kematian Kristus.

Kematian Kristus adalah puncak karya kasih Allah bagi manusia. Di puncak kasih inilah, setiap manusia yang percaya kepada-Nya turut mati bersama-Nya terhadap dosa, untuk kemudian hidup di dalam keindahan kasih Allah.

 

Namun, karya kasih Allah tidak berhenti sampai di lingkup personal. Rasul Paulus kemudian mengatakan, bahwa kasih Allah yang menguasainya telah mengubah caranya memandang sesama manusia.

Kasih Allah yang menguasai Rasul Paulus membuatnya memandang orang lain (the other) bukan berdasarkan suku, ras, golongan, dan agama, yang cenderung bersifat menghakimi dan mendominasi.

Sebaliknya, Rasul Paulus kini memandang orang lain dengan kacamata kasih yang bersifat memeluk, merangkul, dan merengkuh.

 

Sobat Muda, pertanyaannya bagi kita sekarang adalah sudahkah kasih Allah menguasai diri kita? Atau kasih terhadap diri sendiri, yang bersifat egois dan individualis, yang menguasai diri kita?

Hanya dengan membiarkan kasih Allah menguasai diri kita, kita akan mampu melihat keindahan di dalam diri orang lain. Izinkanlah kasih Allah mengubah cara kita memandang orang lain. Amin.

 

Doa: Bapa, berilah aku mata-Mu, agar aku mampu memandang keindahan-Mu di dalam diri orang lain. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian