Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5:14-16
TEMA : PELAYAN PENDAMAIAN BAGI SELURUH CIPTAAN
"Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (ay.15)
Kasih Kristus menjadi kekuatan yang menggerakkan seluruh kehidupan Paulus. Segala hal yang ia lakukan berakar pada kasih itu. Kasih tersebut adalah kasih yang tidak egois, yang rela berkorban, dan yang menuntun untuk hidup bagi kemuliaan Kristus.
Paulus memahami bahwa kematian Kristus di atas kayu salib bukan sekadar teladan kasih, tetapi tindakan nyata pendamaian bagi seluruh umat manusia dan ciptaan.
Kristus mati untuk semua orang, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan dan hidup baru.
Kasih Kristus inilah yang menuntun Paulus untuk meninggalkan segala hal yang dahulu dianggap berharga dan menjadikan hidupnya sebagai sarana memberitakan Injil. la sadar bahwa hidup yang sejati hanya berarti bila dijalani untuk Kristus.
Sebelum mengenal Kristus, Paulus menilai Yesus dari ukuran manusia, sehingga baginya Yesus adalah seorang yang layak ditolak dan diperangi.
Namun, perjumpaannya dengan Kristus di jalan menuju Damsyik mengubah segalanya. Dari seorang pembenci, ia menjadi saksi kasih yang tak terbendung.
Transformasi ini bukan hasil kekuatan diri, melainkan karya Roh Kudus yang menjadikannya ciptaan baru. Hidup Paulus kini berpusat pada Kristus yang telah mendamaikan dirinya dengan Allah dan memanggilnya menjadi pelayan pendamaian bagi sesama dan seluruh ciptaan.
Dalam konteks kehidupan masa kini, panggilan sebagai pelayan pendamaian menjadi relevan karena beragam kondisi disintegrasi, ketidakadilan sosial, konflik antar sesama serta kerusakan lingkungan.
Sebagai orang yang telah diperdamaikan dengan Allah, kita pun dipanggil untuk hidup seperti Paulus untuk menjadi alat kasih-Nya di tengah dunia.
Melalui tindakan kasih, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap ciptaan, kita menghadirkan damai Allah yang memulihkan seluruh kehidupan dunia, sehingga pancaran kasih Kristus yang mendamaikan segalanya semakin terlihat. Amin.
Doa: Ya Tuhan, biarlah kami tetap hidup dalam Kasih-Mu yang mendamaikan itu, sehingga kami dapat menjadi pelayan pendamaian bagi seluruh ciptaan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow