Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 5:1
TEMA : LUDUS
Rayakanlah cinta itu sebagai anugrah Tuhan, bersama dengan semua yang kita kasihi
Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta (Kid. 5:1a)
Cinta punya berbagai macam bentuk. Kita mungkin biasa mendengarnya beberapa seperti Agape (cinta Allah kepada ciptaan), Eros (cinta kepada lawan jenis), Philia (cinta persahabatan), ataupun Storge (cinta orangtua/saudara).
Tapi ada beberapa jenis cinta yang lain, salah satu yang bisa kita lihat contohnya dalam bacaan kita adalah Ludus.
Apa itu Ludus? Ludus adalah salah satu bentuk cinta yang berupa ketertarikan dan fase di mana jatuh cinta sedang seru-serunya sebagai sebuah permainan.
Hal ini yang membuat jatuh cinta rasanya manis dan menjadi salah satu bab yang menyenangkan dalam kehidupan anak muda.
Begitu menyenangkannya, sampai membuat penulis bergembira dan ingin mabuk cinta bersama teman-temannya.
Fase cinta yang seperti ini pun kadangkala kita rasakan. Kegiatan sehari-hari jadi terasa lebih menyenangkan ketika kita melakukannya sambil mengingat si dia.
Kadang perasaan deg-degan muncul ketika kita melihat si dia, tapi juga sekaligus merasa senang sekali bertemu dengan si dia. Persis seperti yang penulis jabarkan, perasaan cinta yang membawa kegembiraan.
Namun, jangan sampai fase ini membuat kita terlena. Nyatanya, Ludus (bersama dengan eros) adalah fase mencintai yang begitu singkat dan cepat berlalu.
Tapi tanpa sadar, kita malah terjebak dan menjadikan cinta hanya sekedar pelampiasan nafsu dan kesenangan sementara. Kita merusak cinta, yang awalnya anugerah Tuhan, menjadi sumber dosa dan penyesalan.
Di sinilah kita perlu hati-hati sebagai anak muda Kristen. Sadarilah batasan-batasan yang ada, biarkanlah cinta itu bertumbuh dengan matang dan baik.
Rayakanlah cinta itu sebagai anugerah Tuhan, bersama dengan semua yang kita kasihi. Jangan sampai kehilangan fokus dengan mengejar kesenangan sesaat.
Terlebih, ingatlah Dia Sang Pemberi Cinta yang Sejati. Amin.
Doa: Tuhan, jangan biarkan cinta membuatku mabuk, tapi jadikanlah cinta sebagai jembatan bagiku mengenal Cinta-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow