Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 5:2-6
TEMA : PENYESALAN SAAT TERLAMBAT MENYAMBUT KRISTUS
"Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya" (ay.6d)
Benjamin Franklin (Diplomat AS) berkata, "Waktu yang hilang tidak akan pernah ditemukan kembali." Ini menunjukkan bahwa waktu itu bersifat dinamis, bergerak terus ke depan dan tidak pernah mundur.
Waktu tidak seperti harta atau kesempatan tertentu yang bisa dicari kembali. Sekali berlalu, ia akan menjadi sejarah. Penyesalan tidak mampu memutar jam kehidupan.
Teks Alkitab ini memperlihatkan mempelai perempuan terlambat menyambut kekasihnya yang datang. Ia terlambat membuka pintu dan tidak mau lagi direpotkan oleh aktivitas menyambut kekasihnya; asyik dengan kenyamanan diri untuk segera berbaring (ay.6).
Setelah sadar, ia berlari membuka pintu, tetapi sang kekasih telah pergi meninggalkannya (bd. Mat 25:1-13). Sepintas terlihat masuk di akal alasannya, tetapi ini menunjukkan mengutamakan kenyamanan diri daripada membangun relasi. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa
Dia aktif membangun relasi, bukan pasif menunggu. Diakui, sering kali umat bersikap seperti mempelai perempuan ini yang terlalu sibuk dengan urusan pribadi, merasa nyaman dengan rutinitas sehingga lelah merespons panggilan Tuhan.
Di sini terasa sekali bahwa Kristus yang bangkit itu tidak ditolak secara terang-terangan, tetapi diabaikan secara halus.
Namun, kebangkitan-Nya menunjukkan kasih Tuhan yang tetap berusaha mendatangi, mengetuk pintu hati dan memanggil umat-Nya membuka diri bagi kehadiran-Nya yang menyelamatkan.
Ketika Kristus memanggil kita bertobat, mengampuni, berubah dan melayani, lakukanlah juga sekarang, jangan menundanya.
Hati yang lambat merespons kasih Allah akan menanggung penyesalan. Kesempatan kita berjumpa dengan orang yang sangat istimewa tidak selalu ada, atau datang berulang dengan cara yang sama.
Karena itu, mari kita menyambut Yesus tidak hanya sebagai Juruselamat, tetapi sebagai pribadi yang utama, Tuhan yang menjadi pusat dari kehidupan kita sehari-hari. Amin.
Doa: TUHAN Yesus, tolong kami agar tidak menunda respons kami untuk hidup beriman kepada Engkau yang hidup Amin.
Editor : Alfianne Lumantow