Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Penumpang MV Hondius Langsung Dipulangkan

Pratama Karamoy • Senin, 11 Mei 2026 | 14:33 WIB
SANGAT HATI-HATI: Warga Spanyol yang dievakuasi dari Kapal MV Hondius mengenakan baju pelindung putih berjalan menuju pesawat Airbus A310 di Bandara Tenerife kemarin (10/5). Pesawat tersebut membawa mereka ke Madrid untuk menjalani karantina. (AFP)
SANGAT HATI-HATI: Warga Spanyol yang dievakuasi dari Kapal MV Hondius mengenakan baju pelindung putih berjalan menuju pesawat Airbus A310 di Bandara Tenerife kemarin (10/5). Pesawat tersebut membawa mereka ke Madrid untuk menjalani karantina. (AFP)

 TENERIFE – Biasanya orang datang ke Tenerife, Spanyol, untuk bersenang-senang. Entah menyelam, berjemur, atau mendaki gunung. Pulau terbesar di gugusan Kepulauan Kanaria di Samudra Atlantik itu lekat dengan julukan "Pulau Musim Semi Abadi."  Namun, kemarin (10/5) pagi waktu setempat (tujuh jam lebih lambat dari WIB, red), musim semi yang cerah seperti berganti dengan musim dingin nan kelam. Evakuasi ratusan orang yang menaiki kapal pesiar MV Hondius menjadi penyebabnya. Mereka mendarat bukan untuk berlibur, tetapi dikarantina. Tiga penumpang kapal tersebut, masing-masing sepasang suami istri asal Belanda dan seorang perempuan warga Jerman, telah meninggal karena hantavirus. Otoritas Spanyol bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menggelar operasi evakuasi maritim dan udara terisolasi terhadap hampir 150 penumpang dan awak kapal pesiar berbendera Belanda itu.

Mengutip El Pais, rombongan pertama yang dievakuasi adalah 14 warga Spanyol. Mereka langsung dibawa ke Madrid untuk dikarantina di Rumah Sakit Gomez-Ulla. Namun, belum jelas berapa lama proses karantina akan berlangsung. Di luar 14 orang tersebut, masih ada 133 lainnya dari 22 negara yang menunggu giliran dievakuasi. "Selanjutnya warga Kanada, Belanda, Inggris, Turki, Republik Irlandia, dan Amerika Serikat," tulis The Guardian. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap wabah hantavirus galur (strain) Andes di atas kapal yang mencatatkan preseden sebagai penularan hantavirus antarmanusia pertama—bukan lewat perantaraan hewan pengerat—yang diketahui terjadi di lingkungan maritim.

Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini awalnya membawa total 178 penumpang dan awak saat berangkat pada 1 April dari Ushuaia, Argentina. Lalu pada 24 April, 32 penumpang turun di Pulau St Helena yang merupakan wilayah Seberang Lautan Inggris di Samudra Atlantik. Mengingat masa inkubasi virus yang dapat mencapai enam minggu, WHO saat ini memimpin pelacakan kontak lintas negara yang melibatkan otoritas kesehatan dari 12 negara (termasuk AS, Kanada, Inggris, dan Singapura) untuk memantau puluhan penumpang yang telah turun sebelum wabah terdeteksi. Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García menyebut bahwa operasi berjalan normal. "Semua yang ada di dalam MV Hondius tanpa gejala," kata Garcia, seperti dikutip dari BBC kemarin.

Pantauan BBC, semua orang di dalam kapal itu mengenakan masker putih. Evakuasi menggunakan kapal kecil. Semua petugas menggunakan baju pelindung seperti di era pandemi Covid-19 dulu. Direktur Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove menetapkan seluruh penumpang kapal sebagai "kontak berisiko tinggi". Namun, karena galur Andes memerlukan kontak yang sangat dekat dan intim untuk dapat bertransmisi antarmanusia, WHO memastikan tingkat risiko bagi masyarakat umum dan penduduk lokal di Kepulauan Kanaria berada pada level rendah.

Baca Juga: ADM Raih Penghargaan Pemprov Jatim atas Komitmen Pendidikan Vokasi

Berdasarkan Kewarganegaraan

Semua yang ada di atas kapal tersebut dikelompokkan berdasarkan kewarganegaraan. Begitu sampai ke daratan Tenerife setelah dievakuasi, mereka langsung diterbangkan menggunakan pesawat carteran ke negara masing-masing. Evakuasi akan berlangsung sampai hari ini. Rencananya, warga Australia akan dievakuasi terakhir dari kapal berbendera Belanda tersebut. Tiap kali pengangkutan membawa lima orang dari Hondius. Sejak awal, Fernando Clavijo Batlle, pemimpin pemerintahan Kanaria, meminta agar tak ada kontak sama sekali dengan warga lokal. Karena itu pula, hasil kesepakatan dengan pemerintah pusat, kapal tak boleh berlabuh di Pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife. "Proses evakuasi memang bakal berjalan lebih lambat, tetapi itu demi menghindari risiko bagi kesehatan publik. Toh tim evakuasi juga tidak akan bisa membawa 140 orang sekaligus dalam satu waktu, bukan," kata Pedro Gullon, direktur jenderal Kesehatan Masyarakat Kepulauan Kanaria, seperti dikutip dari El Pais.

Kekhawatiran Global

Meninggalnya tiga orang akibat hantavirus di MV Hondius telah memicu kekhawatiran global. Maklum, trauma pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Karena itu pula, Hondius sempat ditolak untuk berlabuh di berbagai negara, termasuk Spanyol. Melalui proses negosiasi yang alot, akhirnya tercapai kesepakatan kalau evakuasi dilakukan di Tenerife dengan sejumlah syarat. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji cara pemerintah Spanyol dan Kanaria menangani persoalan tersebut yang disebutnya "solid dan efektif". Meskipun ia mengakui tetap ada kekhawatiran dari warga Spanyol yang juga mencerminkan kekhawatiran global. "Kecemasan Anda semua sangat wajar, karena pengalaman dengan Covid; trauma itu masih ada di benak kita. Tapi, risiko penularan meluas rendah karena cara virus ini bekerja dan juga karena pemerintah Spanyol bekerja untuk menghindari masalah," katanya, seperti dilansir BBC. (idr/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#MV Hondius #Headlines