Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 1:6-11
TEMA : BELAJAR CARA PANDANG TUHAN
"Tuhan utus, Tuhan perlengkapi”
"Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu itu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya" (ay.7)
Secara manusiawi tidak jarang sebagai anak muda kita sering Tuhan yang isinya menuntut atau bertanya. Contoh: Tuhan kapan aku lulus?
Tuhan kapan aku mendapatkan pekerjaan yang gajinya sesuai keinginanku? Tuhan kapan aku keluar dari permasalahan ini?
Ya, secara tidak sadar sering kita ucapkan dalam doa ataupun terlintas dalam hati kita saat merenung.
Dalam bacaan dari Kisah Para Rasul 1:6-11 ini mau menggambarkan tentang cara pandang murid-murid Yesus terhadap kekuasaan dan menginginkan perubahan yang cepat dan besar, tapi respons Yesus berbeda.
Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk tidak fokus pada waktu dan kekuasaan, tapi dari hati dan panggilan.
Murid-murid dipanggil bukan untuk menunggu kedatangan- Nya, melainkan menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi.
Yesus naik ke surga bukan meninggalkan murid-murid-Nya, justru mengutus murid-murid-Nya untuk melanjutkan karya-Nya dalam tuntunan Roh Kudus.
Iman kristiani bukan iman yang pasif, melainkan iman yang terus bergerak sehingga dapat bertanggung jawab serta dapat mendorong sekitar menjadi lebih baik dan berdampak.
Sobat muda, gambaran bacaan kita hari ini bukan hanya ditujukan pada murid-murid-Nya di zaman dulu kala, tapi juga berlaku untuk kita di zaman sekarang.
Kita dipanggil menjadi saksi-Nya yang menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam cara hidup kita yang sesuai cara pandang Tuhan.
Kita harus mulai belajar menjadi pemuda yang tidak lagi memandang pada keinginan diri sendiri, melainkan menjadi pemuda yang setia menjaga alam ini. Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri, la memberikan Roh Kudus untuk memberi kekuatan. Amin.
Doa: Tuhan, ampuni kami kalau kami masih menjadi pemuda yang egois. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow