Pembacaan Alkitab : Wahyu 6:1-11
TEMA : HIDUP BIJAKSANA KARENA SETIA
“… aku melihat di bawah mezbah, jiwa-jiwa merekayang telah di bunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki” (ay. 9)
Dalam penglihatan yang dialami rasul Yohanes, ia melihat Anak Domba Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang membuka enam gulungan kitab yang bermeterai.
Gambaran ini, hendak mengungkapkan sebuah fakta yang pasti akan terjadi di bumi pada akhir zaman, hingga waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Disaat membuka empat materai, diungkapkan munculnya empat ekor kuda dan menunggangnya, yang menyimbolkan berbagai fenomena.
Kuda putih dan penunggangnya yang memegang panah dan kepalanya memakai mahkota (ayat 1-2); menggambarkan terjadinya peperangan antar bangsa di dunia.
Kuda merah dan penunggangnya seperti nyala api (ayat 3-4), menggambarkan kehancuran relasi antar manusia, karena hilangnya damai sejahtera dalam hati mereka.
Kuda hitam dan penunggangnya yang memegang timbangan ( ayat 5-6), melukiskan kelaparan hebat yang terjadi, akibat hancurnya lahan-lahan pertania.
Kuda hijau kuning menggambarkan terjadinya kematian yang amat besar di bumi; akibat perang, munculnya berbagai penyakit yang mematikan, serta berbagai bentuk kejahatan dan penganiayaan yang dilakukan oleh manusia.
Peada pembukaan gulungan kitab yang kelima, memperlihatkan gambaran orang-orang kudus, yang berdoa dan memohon kepada Tuhan yang Empunya kuasa.
Kiranya Tuhan segera menyatakan penghakiman-Nya, atas ketidakadilan yang mereka alami sebagai pengikut Tuhan. Permohonan agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya dan kasih setia-Nya.
Melalui penampakkan ini, firman Tuhan hendak menyatakan dan menyingkapkan kebenaran yang akan terjadi pada saat akhir zaman.
Gereja diingatkan melalui Wahyu 6, untuk tetap membangun hidup dalam kesetiaan iman, yang terus bertumpu pada Kristus.
Tanda-tanda akhir zaman sudah nyata dan terjadi, karena itu tetaplah berdoa dan hidup dalam tuntunan Firman Tuhan, karena waktu Tuhan segera tiba.
Doa : Tuhan, bimbinglah kami untuk hidup di dalam kesetiaan. Terpujilah Engkau Tuhan, yang telah menyatakan firman bagi kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow