Pembacaan Alkitab : Wahyu 7:1-8
TEMA : INTEGRITAS YANG BERDAMPAK
“Janganlah merusak darat atau laut atau pohom-pohon, sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka”(ay.3)
Narasi di pasal 7, merupakan jawaban atas pertanyaan yang dimunculkan pada pasal 6:17; ketika hari penghakiman itu tiba, taka da orang berdosa yang dapat bertahan atas murka Tuhan Allah, tetapi masih terdapat orang-orang yang setia dan hidup berkenan di hadapan Allah.
Perikop ini menyingkapkan tentang pemberian materai dari Tuhan Allah pada dahi orang-orang yang setia kepada Kristus, di masa-masa kesengsaraan yang terjadi di bumi, baik mereka yang adalah orang-orang Yahudi, keturunan Yakub ( ayat 5-8).
Maupun mereka yang bukan Yahudi, yaitu umat dari bangsa-bangsa lain, yang jumlahnya sangat besar dan tidak terhitung (ayat 9-17).
Pemberian materai dari Tuhan Allah ini, menjadi tanda yang melegalisasi bahwa orang-orang yang menerimanya adalah milik Tuhan Allah (bandingkan Efesus 1:13).
Gereja Tuhan adalah kumpulan orang-orang kudus yang telah mengalami keselamatan dalam karya penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Melalui peristiwa kematian dan kebangkitan hingga penyempurnaannya pada peristiwa kenaikan Kristus ke surge.
Maka pertanyaan kritis yang mucul adalah : “sejauh mana Gereja Tuhan telah mengapresiasi pemberian ‘materai’ dalam hidup dan karya layannya yang membukikan bahwa mereka adalah milik Kristus yang terpilih?”
Pertanyaan penting ini harus dijawab dalam pemahaman iman yang tepat, mengingat saat ini, peran dan fungsi Gereja telah mengalami pergeseran.
Nilai kekudusan, kebenaran dan kasih mulai memudar, dan karakter Gereja pun sudah meniru karakter dunia yang mengedepankan banyak kepentingan dan bersifat individualistis.
Gereja harus mengoreksidiri dan mengalami pertobatan yang sungguh, agar kembali berada di jalur yang tepat; sebagai orang-orang yang telah dimeterikan oleh Roh Kudus dan disetai-Nya di tengah persekutuan, pelayanan dan kesaksiannya di dunia. Amin.
Doa : Tuhan Yesus, jadikanlah kami, umat-Mu yang teguh berintegritas. Terpujilah Engkau, Kepada Gereja kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow