Pembacaan Alkitab : Wahyu 19: 6-10
TEMA : IMAN YANG HIDUP DI BAWAH PEMERINTAHAN SANG RAJA
"Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi Raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!" (ay. 6b-7a)
Di Semarang, ada seorang wanita bernama Haritsah yang tetap menyediakan ratusan mangkuk makanan (soto) gratis setiap Selasa bagi siapa pun yang datang.
Ia melakukan hal tersebut, dengan kenyataan bahwa usahanya tidak selalu ramai dan kondisi ekonomi yang juga tidak berlebihan atau berlimpah.
Tindakan sederhana itu menjadi nyata karena iman yang hidup: percaya bahwa Allah Mahakuasa memerintah dan memberi kekuatan untuk tetap berbagi, meski hidup penuh ketidakpastian.
Dalam wawancara yang dilakukan Kompas, Haritsah pun menyatakan bahwa tindakan berbagi tidak akan mengurangi berkatnya.
Wahyu 19:6b-7a menggambarkan realitas surgawi yang serupa: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita Yang Mahakuasa, telah menjadi Raja.
Marilah bersukacita dan bersorak-sorai memuliakan Dia!" Surga bersorak karena Raja yang Mahakuasa telah menegakkan kebenaran-Nya.
Di tengah pergolakan dunia, pengakuan dan sukacita itu menunjukkan iman yang hidup: yakin bahwa Allah yang berkuasa memerintah, dan segala sesuatu ada dalam kendali-Nya.
Iman yang hidup menuntun kita untuk bertindak nyata. Itu terlihat ketika kita tetap jujur dan adil meski menghadapi ketidakadilan di tempat kerja.
Tetap mengasihi keluarga meski hubungan sulit, bersabar menghadapi penyakit atau keterbatasan fisik, dan tetap memberi perhatian serta pertolongan meski terbatas secara materi.
Sukacita dan pujian bukan karena masalah hilang. tetapi karena kita percaya Allah Mahakuasa memerintah dan kemenangan-Nya sudah nyata.
Dalam pergumulan nyata; ekonomi, ketidakadilan, kesehatan, atau keluarga, kita dipanggil untuk tetap bersukacita dan memuji Tuhan.
Iman yang hidup membuat kita berani bertindak dengan kasih, kebenaran, dan kesetiaan, menjadi saksi bahwa kita hidup di bawah pemerintahan Sang Raja, menghadirkan damai, harapan, dan sukacita Kerajaan Allah di tengah dunia yang tidak pasti. Amin.
Doa: Tuhan, dunia ini penuh ketidakpastian. Ajar kami untuk tetap berharap dan bersandar pada kuasa-Mu yang nyata. Amin
Editor : Alfianne Lumantow