Pembacaan Alkitab : Imamat 24: 10-15
TEMA : HORMATI TUHAN! JANGAN MENYEBUT NAMANYA DENGAN SEMBARANGAN!
"Bawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan dan semua orang yang mendengar harus meletakkan tangannya ke atas kepala orang itu. Lalu seluruh jemaah harus melempari dia dengan batu" (ay.14)
Selamat pagi saudaraku!
Di era media sosial dan tayangan digital, kita kerap menyaksikan bagaimana ujaran kebencian dilontarkan dengan begitu mudah.
Reputasi orang lain dirusak, martabat sesama diinjak, bahkan tanpa rasa bersalah. Tanpa merasa takut bahwa diucapkan itu dapat menjadi bumerang bagi dirinya di kemudian hari.
Ironisnya, kata- kata ejekan itu kemudian dibalut pula dengan kalimat-kalimat yang bernuansa religius bahkan disertai menyebutkan nama Tuhan, seolah-olah perilaku tersebut merupakan sesuatu yang baik di mata Tuhan.
Pertanyaannya, pantaskah nama Tuhan dipakai untuk menyerang sesama? Dapatkah kita membenarkan perkataan yang melukai orang lain dengan membawa-bawa nama-Nya?
Perikop pagi ini menolong kita merenungkannya.
Saudaraku, perikop pagi ini berkisah tentang perselisihan antara seorang pemuda keturunan Mesir-Israel dan seorang Israel.
Tidak dijelaskan apa yang menjadi pokok persoalan, tetapi dalam ayat 11 dicatat bahwa dia menghujat nama TUHAN dengan mengutuk Tindakan tersebut dipandang sebagai kejahatan di mata Tuhan.
Ini melanggar kekudusan Tuhan. Akibatnya, ia harus dilempari batu oleh semua jemaah (baca: orang Israel yang berkumpul saat itu). Sungguh mengerikan hukuman itu.
Apa yang bisa kita petik sebagai pelajaran di pagi ini:
- Hormati Tuhan dan kekudusannya dengan tidak sembarang menyebut nama-Nya. Menyebut nama Tuhan dengan sembarangan akan membuat kita bersalah di mata Tuhan.
- Berhati-hatilah dalam berujar/bertutur kata. Karena apa yang kita ucapkan akan dapat membawa kita pada persoalan di kemudian hari.
Selamat menjalani hari dalam anugerah Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan, tolong aku untuk menjaga tutur kataku, dan ampunilah jika kadang sadar ataupun tidak menyebut nama-Mu dengan sia-sia, ampunilah aku Tuhan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow