Pembacaan Alkitab : Imamat 24: 16-23
TEMA : HORMATI TUHAN: HARGAI DAN RAWAT KEHIDUPAN
"Siapa yang membunuh seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati" (ay.21)
Selamat malam saudaraku!
Berbagai pemberitaan tentang pembunuhan yang kita lihat di televisi dan media sosial sungguh mengguncang hati.
Ada orang dewasa yang tega menghilangkan nyawa sesamanya, bahkan seorang anak dapat membunuh ibunya hanya karena persoalan game online.
Ada pula yang melukai atau membunuh karena luapan emosi sesaat. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah nilai kemanusiaan telah begitu merosot sehingga nyawa dianggap tidak lagi berharga?
Sungguh memprihatinkan! Mari kita belajar dari perikop hari ini!
Jika dalam perenungan pagi hari kita telah disuguhi contoh hukuman yang dijatuhkan kepada seorang pemuda keturunan yang menghujat nama Tuhan dengan mengutuk.
Maka perikop malam ini memperlihatkan berbagai aturan hukuman berat yang diberikan pada seseorang yang mencelakakan sesamanya hingga menyebabkan cacat maupun kematian.
Bahkan aturan mengenai hewan pun menjadi perhatian dalam aturan yang Tuhan berikan kepada Musa itu. Dari uraian hukuman itu, 2 hal yang jelas: Tuhan ingin umat-Nya menghargai dan merawat kehidupan dan Tuhan kejahatan.
Kehidupan adalah anugerah yang harus dijaga, bukan membenci dirusak.
Apa yang bisa kita petik dan menjadi perenungan bagi kita?
- Menghormati Tuhan tidak berhenti pada ibadah atau tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarang. Melainkan menjadi partner Tuhan untuk menghargai kehidupan dan merawatnya. Itu berarti, kita didorong untuk menghargai sesama kita dengan tidak melakukan tindakan yang akan merugikan bahkan membahayakan sesama kita. Hal ini juga berlaku bagi ciptaan Tuhan lainnya.
- Mulailah dari keluarga dengan membangun budaya saling menghargai, mengendalikan emosi, dan merawat lingkungan sekitar. Dari rumah tangga yang menghormati kehidupan, akan lahir pribadi-pribadi yang membawa damai di tengah dunia. Amin
Doa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu. Tolonglah agar dapat dipraktikkan dalam hidup setiap hari. Amin
Editor : Alfianne Lumantow