Pembacaan Alkitab : Imamat 25: 1-7
TEMA : MENJADI SAHABAT ALAM, SEJAHTERA HIDUPMU
"Tetapi, pada tahun ketujuh harus ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu jangan kautaburi dan kebun anggurmu jangan kaurantingi" (ay. 4)
Disana saya sering diajak ke ladang, baik saat menanam maupun memanen padi. Hal yang menarik perhatian saya adalah pola "ladang berpindah".
Setelah beberapa waktu mengolah satu lahan, masyarakat membuka lahan baru agar tanah yang lama dapat "beristirahat" dan memulihkan kesuburannya.
Pola serupa juga saya jumpai ketika melayani di Kalimantan Barat, dan tampaknya menjadi praktik yang umum di kalangan masyarakat Dayak.
Pola memberi waktu bagi tanah "beristirahat" dijumpai pula dalam masyarakat Yahudi kuno. Mari simak bersama! Perikop pagi ini memperlihatkan aturan Tahun Sabat bagi tanah.
Setelah 6 tahun lahan ditanami, di tahun ke 7, aktivitas pengolahan dihentikan. Tujuannya memberi kesempatan tanah "beristirahat".
Kendati tidak ada aktivitas pengolahan tanah, tetapi umat, orang asing dan pekerja upahan bahkan hewan ternak tidak akan kelaparan.
Karena tetap ada bahan pangan yang tersedia bagi mereka dari apa yang tumbuh di lahan yang "beristirahat".
Ini sungguh menakjubkan karena tidak hanya memperlihatkan pemeliharaan Tuhan bagi manusia tetapi juga bagi ciptaan lainnya.
Pelajaran pagi ini:
- Tuhan telah mempersiapkan segala yang kita perlukan di alam yang diciptakan-Nya. Syukurilah! Pakailah dengan bijak dan bertanggungjawab, misalnya bijak dalam penggunaan air bersih.
- Hargai alam dan ciptaan lainnya, misalnya dengan merawat baik tanaman maupun hewan yang ada di lingkungan rumah serta mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan. Mulailah dalam keluarga kita. Misalnya, meminimalisir penggunaan plastik.
Mari menjadi sahabat alam, karena alam yang terpelihara menjamin kelangsungan hidup kita bersama. Amin.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk alam Indonesia di mana kami ada. Tolong kami untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitar kami dan mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow