Pembacaan Alkitab : Imamat 25: 14-17
TEMA : MAU UNTUNG? SILAKAN! TAPI,,,,
"Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu " (ay. 17)
Selamat pagi saudaraku!
Bicara tentang bisnis, tentu setiap orang ingin memperoleh keuntungan. Tidak ada yang berharap merugi.
Namun pertanyaannya, apakah keuntungan boleh diraih dengan cara yang merugikan orang lain?. Mari belajar dari bacaan pagi ini.
Sangat menarik perintah "jangan merugikan satu sama lain menjadi penekanan penting. Pada ayat 14 pertama kali perintah itu disampaikan, dan diulang kembali pada ayat 17.
Kata merugikan yang diterjemahkan dari kata Ibrani yana yang berarti "melakukan kesalahan atau memperlakukan dengan tidak benar dengan menetapkan harga yang tidak wajar dari tanah itu.
Peringatan ini hendak memastikan kedua belah pihak akan memperoleh keuntungan. Dalam ayat 15-16 memperlihatkan cara penghitungan harga tanah.
Semakin dekat waktu jual-beli tanah dengan tahun Yobel berikutnya, makin sedikit panen yang bisa dijual si pembeli sebelum dikembalikan pada pemilik tanah.
Karena itu harga jual harus lebih murah. Poin penting! Baik penjual maupun pembeli harus sama-sama untung bukan buntung!.
Apa kesimpulannya? Untuk menjaga relasi dengan Tuhan, semua aspek kehidupan umat termasuk transaksi yang terjadi dalam keseharian umat harus di dasarkan pada apa yang menjadi kehendak Tuhan.
Umat senantiasa harus ingat bahwa apa pun yang mereka buat harus dilandasi kesadaran bahwa mereka umat Tuhan yang harus taat pada Tuhan. So, boleh cari untung? Boleh! Tapi INGAT! Jangan merugikan orang lain!
Di pagi ini, kita diingatkan, sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak boleh melakukan sesuatu yang menimbulkan kerugian atau menyakiti orang lain.
Pertimbangkan apa pun yang akan kita katakan atau kerjakan, kehadiran kita senantiasa membawa sukacita bagi sesama dan menyenangkan hati Tuhan. Selamat beraktivitas. Tuhan beserta. Amin.
Doa: Tuhan, tolong kami agar jangan perkataan, sikap maupun tindakan kami menyakiti atau merugikan orang lain. Amin
Editor : Alfianne Lumantow