Pembacaan Alkitab : Imamat 25:35-46
TEMA : KEPEDULIAN SOSIAL
Empati adalah bentuk kepedulian kepada sesame.
…. engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. (Ay. 36)
Kepedulian sosial bukanlah bukan sekadar aksi sosial, melainkan tindakan iman yang menjaga harkat dan martabat sesama agar mereka tetap bisa bertahan hidup.
Dasar kepedulian sosial bukanlah rasa kasihan semata atau pencitraan, melainkan rasa takut dan hormat kepada Allah.
Bangsa Israel diingatkan oleh Tuhan. Mereka dulu itu budak di Mesir. Karena kasih-Nya, Allah membebaskan umat- Nya untuk jadi umat yang merdeka.
Kita pun dipanggil untuk peduli karena Allah telah terlebih dahulu peduli dan membebaskan kita, lewat kematian-Nya diatas kayu salib.
Kita diingatkan jangan makan riba dengan menindas sesama kita. Kita yang sudah diselamatkan oleh Allah hendaknya kita pun dipanggil untuk menyelamatkan hidup orang lain.
Kita ini setara dengan siapa pun. Jabatan, pangkat, status sosial boleh berbeda. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita punya tugas dan tanggung jawab yang sama.
Menolong dan membela hak sesama kita agar setara. mengangkat harkat dan martabat sesama adalah perintah Tuhan yang sangat serius, bukan sekadar anjuran sosial.
Allah menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kehormatannya sebagai manusia.
Di Indonesia akhir-akhir ini sedang marak pemberitaan tentang human trafficking. dimana nyawa seseorang seperti tidak ada artinya.
Banyak TKI yang bekerja di luar negeri pulang tinggal nama dan jasad demi mencari sesuap nasi. Manusia menjadi serigala bagi sesamanya (dalam bahasa Latin: Homo Homini Lupus).
Allah menegaskan bahwa manusia tidak boleh menjadi komoditas perdagangan. Setiap individu adalah milik Tuhan, sehingga tidak ada manusia yang berhak mengklaim kepemilikan atas nyawa orang lain.
Hidup kita adalah milik Tuhan yang harus dihormati dan dijaga. Mari hidup takut akan Tuhan untuk menjaga kehidupan sesama kita. Amin.
Doa: Tuhan ajarlah aku untuk hidup takut akan Tuhan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow