Pembacaan Alkitab : Imamat 25: 47-55
TEMA : JANGAN BIARKAN SESAMAMU BERGUMUL SENDIRI
"maka sesudah ia menyerahkan dirinya, ia berhak ditebus. Salah seorang dari saudara-saudaranya boleh menebus dia." (ay.48)
Selamat malam saudaraku, bagaimana pengalaman hidup hari ini? Semoga apa pun yang terjadi, kita tetap sukacita dan bersyukur karena Tuhan senantiasa beserta.
Sungguh menarik perikop malam ini. Jika bacaan pagi memuat aturan tentang sikap terhadap kaum sebangsanya yang jatuh miskin.
Maka sekarang memuat aturan tentang kerabat yang dapat menebus saudaranya yang terpaksa menjual dirinya kepada pendatang untuk bekerja sebagai budak.
Aturan ini menggambarkan kehendak Allah agar umat saling memperhatikan dan berbuat sesuatu untuk menolong saudaranya dalam kesulitan, dan bukan hanya berpangku tangan.
Perikop kita juga memperlihatkan cara perhitungan penebusan budak Israel yang bekerja pada pendatang. Ini menggambarkan bagaimana Allah menginginkan agar manusia saling menghargai dan berupaya untuk tidak merugikan satu dengan yang lainnya siapapun orangnya.
Ayat 55 menjadi dasar pemahaman mengapa umat menolong saudara sebangsanya yang bergumul, tidak lain, karena baik saudaranya maupun tanah adalah milik Tuhan.
Karena itu harus diperlakukan dengan hormat dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Di malam ini, mari berefleksi dari pengalaman hidup kita sepanjang hari ini dan selama sepekan yang telah kita lalui, "sudahkah kita sungguh mengasihi Tuhan dan sesama dengan menunjukkan perhatian, kepedulian kita secara nyata kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.
Sudahkah kita menunjukkan penghormatan kepada sesama siapa pun dia? Sudahkah kita menghargai kepentingan orang lain dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan sesama?
Jika belum, mari benahi komitmen kita dan bulatkan tekad untuk lebih memberi perhatian pada mereka yang bergumul dan lakukan sesuatu untuk menolong mereka.
Mulailah dari rumah dan keluarga kita sendiri. Akhirnya, jangan biarkan sesamamu bergumul sendiri! Selamat beristirahat saudaraku. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk hari ini. Mampukanku untuk lebih peka terhadap pergumulan sesama dan beriku hati yang senantiasa mau melakukan sesuatu untuk menolong dengan apa yang mampu kulakukan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow