NANIK S. Deyang diumumkan sebagai pengganti Dadan Hindayana pada Selasa (2/6) malam, tapi Rabu (3/6) paginya dia justru tidak ada di kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Jadi, tak ada serah terima jabatan sebagaimana lazimnya tiap ada pergantian pemimpin. Seperti disaksikan Jawa Pos, seluruh pegawai BGN juga baru bisa masuk ke kantor mereka sekitar pukul 12.00. Maklum, sejak pagi kantor BGN sedang disterilkan karena penyidik dari Kejaksaan Agung. Mereka tengah menyisir ruangan terkait penanganan kasus dugaan korupsi yang menyeret Dadan dan dua mantan wakil kepala BGN: Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Lalu, ke mana Nanik? Sumber Jawa Pos menyebutkan, seluruh pimpinan BGN memang tidak di kantor. Kemarin mereka menghadiri agenda Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor. Acara tersebut mengundang kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) seluruh Indonesia, koordinator regional, dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Nanik mendampingi Presiden Prabowo Subianto di acara tersebut.
Mantan jurnalis itu menjadi wakil kepala BGN sejak September 2025 atau lebih dari setahun setelah lembaga itu dibentuk. Di kepemimpinan yang baru, Nanik akan dibantu oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Artinya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga ikut lengser.
Rekam Jejak Nanik
Nanik menjadi loyalis Prabowo sejak Pemilihan Presiden 2019. Waktu itu, Nanik menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Setelahnya, Nanik aktif di berbagai organisasi yang berada di jaringan politik Prabowo. Nanik pula yang dulu membawa Ratna Sarumpaet menemui Prabowo. Dan, kepada Prabowo, Ratna mengaku jadi korban penganiayaan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Belakangan terbukti kalau pengakuan itu bohong. Tapi, posisi Nanik di lingkaran Prabowo tak terpengaruh. Sampai akhirnya dia masuk kabinet.
Sementara itu, Dadan yang merupakan dosen di IPB sering dilibatkan dalam pengkajian MBG saat kampanye Prabowo-Gibran. Dia beberapa kali dipuji Prabowo, salah satunya karena mengembalikan Rp 70 triliun uang negara yang tidak berhasil terserap. "Jadi, Pak Dadan ini perlu kita hormati sebagai seorang patriot," kata Prabowo saat sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia pada 18 Oktober 2025. Data hingga 2 Juni, MBG telah beroperasi melalui 29.670 SPPG. Program tersebut sudah menjangkau 63.133.649 penerima manfaat. (lyn/wan/ttg)
Editor : Pratama Karamoy