SURABAYA – Pemadaman listrik bergilir menyebabkan traffic light dan CCTV di Surabaya mati. Dinas Perhubungan menggunakan genset untuk menyalakan lampu agar lalu lintas di perempatan tidak crowded. Pemadaman juga terjadi di Sidoarjo dan Malang Raya. Data yang didapat Jawa Pos, ada 12 titik traffic light dan CCTV yang mati di Surabaya Pusat dan Selatan terdampak pemadaman PLN. Ketua Tim Kerja Penyediaan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Abi Dwi Septianto menjelaskan pemadaman sejak pukul 14.00 secara bergantian.
Durasinya bervariasi, antara 30 menit hingga tiga jam. "Pukul 19.45 (tadi malam) sudah menyala," paparnya kemarin (18/6). Matinya 12 CCTV juga mengganggu pemantauan lalu lintas di Command Center. "Tidak ada pemberitahuan (pemadaman) sebelumnya dari PLN," paparnya. Informasi pemadaman dan wilayah terdampak beredar melalui rangkaian pesan yang tersebar. Seperti di Surabaya, pemadaman terjadi di Wonokromo, Sidosermo, Bendul Merisi, hingga sebagian wilayah Kecamatan Rungkut. Di Sidoarjo, sebagian Kecamatan Taman juga mengalami pemadaman bergilir.
Di Malang, durasi pemadaman bervariasi mulai 30 menit hingga tiga jam. Seperti pemadaman di Kecamatan Blimbing pada Rabu siang (17/6), kemudian berlanjut di sejumlah kawasan Kecamatan Sukun pada malam harinya. Manager PT PLN (Persero) UP3 Malang Agung Wibowo mengatakan, sistem kelistrikan masih mengalami kendala operasional pada pembangkit. Karena itu, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah lokasi di Malang Raya untuk menjaga stabilitas pasokan listrik. "Langkah tersebut perlu kami ambil untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan," ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor industri. Salah satunya dialami Mal Olympic Garden (MOG). Pusat perbelanjaan di Jalan Kawi itu sempat mengalami pemadaman listrik sekitar dua jam pada Jumat (12/6). "Sebelumnya tidak ada pemberitahuan, langsung mati saja," ujar Leasing Executive PT Mustika Taman Olympic.
Baca Juga: Stop MBG saat Libur Sekolah, BGN Klaim Hemat Rp 3,4 Triliun
Tutup Defisit
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui PLN kekurangan pasokan batu bara sekitar 20 juta metrik ton. Mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana merelaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton. Namun, PLN hanya menerima pasokan sekitar 132 juta metrik ton. "Masih ada kekurangan sekitar 20 juta metrik ton," ujarnya. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang memasok batu bara melebihi kebutuhan PLN sebanyak 190 juta metrik ton. Namun realisasinya masih di kisaran 150-160 juta metrik ton. (aff/bry/ata/aph/eko)
Editor : Pratama Karamoy