MOJOKERTO – Medan yang terjal membuat kobaran api di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, belum dapat dijinakkan hingga kemarin (15/7). Area yang terbakar berupa vegetasi hutan dan semak belukar. Kemarin (15/7), posko penanganan kebakaran didirikan di Pos Pendakian Bukit Cendono, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. BPBD juga telah mengirimkan keperluan logistik untuk kebutuhan personel di lapangan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebut, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk pemantauan dan asesmen. "Pemantauan di lokasi masih terus dilakukan hingga api benar-benar padam. Luas kawasan terdampak belum dapat dipastikan," kata Khakim kepada Radar Mojokerto Grup Jawa Pos kemarin.
Kebakaran tersebut terjadi sejak Selasa (14/7) malam. Hingga kemarin (15/7), titik api dan kepulan asap tampak masih membumbung di lereng Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro. Terpisah, Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini menyebut, sumber api diketahui berada di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 6 yang masuk wilayah Desa Gumeng dan Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. "Di salah satu bukit di kompleks Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro. Termonitor sejak Selasa (14/7) malam," katanya.
Baca Juga: Rasio Utang Naik, Purbaya Klaim APBN Tetap Aman
Pendakian Ditutup
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, drone juga dikerahkan untuk memastikan lokasi persis titik api. Selain itu, pemantauan dari udara juga dilakukan untuk mencari jalur yang bisa diakses tim pemadam gabungan. "Empat regu pemadam sebanyak 20 orang berusaha mencapai titik api," paparnya.
Meski tidak terdampak langsung kebakaran, jalur pendakian di Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, ditutup mulai kemarin. Langkah tersebut dilakukan untuk keamanan dan mengantisipasi potensi meluasnya area yang terbakar.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebab, Pos Pantau Bukit Cendono kini juga dijadikan sebagai Posko Penanganan Kebakaran.(ram/fen/ttg)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos