Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

KEMENDIKDASMEN: Gandeng Kemendagri, Kaji Kebijakan Sekolah Negeri yang Minim Murid

Pratama Karamoy • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:34 WIB
BUTUH PERHATIAN: SDN 4 Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. (Foto: ANGGER BONDAN/JAWA POS)
BUTUH PERHATIAN: SDN 4 Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. (Foto: ANGGER BONDAN/JAWA POS)

 

JAKARTA – Isu minimnya murid baru di sejumlah sekolah negeri menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan pendataan terkait sekolah-sekolah yang minim, bahkan tidak memiliki murid baru, pada tahun ajaran ini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya telah memetakan sekolah-sekolah dengan jumlah murid di bawah 100 orang berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Bahkan, terdapat sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60 orang.

Data tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bahan pembahasan bersama. Mu'ti menyebut, kedua kementerian akan segera menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. "Soal sedikitnya siswa di beberapa SD negeri ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian. Nanti kami akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan bagi sekolah-sekolah yang jumlah muridnya sangat sedikit," paparnya.

Baca Juga: AS Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Ia menegaskan, penyusunan kebijakan terkait persoalan ini akan dilakukan secara hati-hati karena pengelolaan sekolah berada di bawah kewenangan pemerintah daerah yang dikoordinasikan oleh Kemendagri. Karena itu, setiap langkah akan dibahas bersama agar tidak memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat. "Untuk sekolah memang berada di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Seperti diketahui, banyak sekolah negeri, khususnya jenjang sekolah dasar, yang nyaris tidak memiliki murid baru pada tahun ajaran ini. Di antaranya SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang yang hanya mendapat tiga murid baru untuk kelas I. Kepala sekolah, Hajar Riatiani, mengaku awalnya ada lima murid baru yang mendaftar. Namun, dua di antaranya hingga kini belum melakukan daftar ulang. Minimnya murid baru ini diduga disebabkan oleh kondisi demografi di sekitar sekolah. (mia/ali)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Headline