Pembacaan Alkitab : Habakuk 2:1-3
"EVALUASI DIRI: MENANTI JAWABAN TUHAN"
"Meskipun lambat, nantikanlah itu, sebab hal itu pasti akan datang dan tidak akan tertunda" (ay.3b)
Menapaki hari baru, mari memahami persoalan teologis yang diangkat Habakuk terkait penderitaan, kesedihan dan kesusahan.
Ketika Tuhan mengizinkan bangsa yang lebih jahat menguasai umat muncul pilihan-Nya, keburukan menimpa hidup ciptaan-Nya, pertanyaan mengapa TUHAN melakukan-Nya?
Apakah TUHAN melupakan janji-Nya atau umat yang berubah setia dan melupakan TUHAN dan umat menjadi relasi TUHAN?
Apakah relasi Hal ini menjadi transaksional dalam ketaatan dan kesetiaan? pertanyaan yang sering kali muncul dan memerlukan perenungan mendalam.
Habakuk 2:1-3 menyatakan: Pertama: Penantian. Habakuk berkomitmen untuk menantikan respons TUHAN.
la setia menunggu keputusan TUHAN terkait situasi berat yang dialami bangsa Yehuda (ay.1).
Kedua: Jawaban TUHAN. Penglihatan tentang jawaban TUHAN, harus ditulis dan diukir pada loh batu agar dapat dibaca oleh umat-Nya.
Hal ini mengingatkan tentang hukum yang diberikan TUHAN kepada Musa di Gunung Sinai.
Jawaban TUHAN menjadi hukum yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh umat-Nya.
Ketiga: Penggenapan. TUHAN, Sang Penguasa waktu berhak menentukan masa pemulihan bagi Yehuda dan pembalasan bagi bangsa Kasdim (Babel).
Tugas bangsa Yehuda adalah bertobat, menanti dalam kesetiaan kepada TUHAN dan taat kepada aturan yang ditetapkan TUHAN (ay. 3).
Saudaraku, menghayati HUT GPIB, mari evaluasi diri. Bagaimana perjalanan gereja sebagai keluarga dan rumah kita?
Apakah gereja sedia mengevaluasi diri dan menantikan jawaban TUHAN atas beragam peristiwa pelayanan?
Anselmus katakan orang yang menerima misteri iman, ia akan dapat mengerti. Credo ut Intelligam Sebagai gereja-Nya, mari percaya agar mengerti.
Miliki konsistensi komitmen untuk setia menantikan jawaban TUHAN, tekun berdoa, bertobat, rendah hati, rawat kasih persaudaraan, niscaya jawaban TUHAN pasti akan datang dan tidak akan tertunda. Percayalah! Amin.
Doa: Tuhan mampukan kami untuk hidup dalam portobatan, sabar menanti jawaban-Mu atas doa dan harapan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow