JAGOSATU.COM - Para penggemar grup musik BTS, yang dikenal dengan sebutan ARMY, telah menuntut perusahaan manajemen HYBE untuk memecat CEO unit Amerika mereka setelah terungkap bahwa ia mendukung Israel selama konflik dengan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam perkembangan terbaru, beberapa penggemar mengirim truk ke kantor HYBE di Distrik Yongsan, Seoul pada Jumat (23/2) sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan mereka, menyerukan pemecatan CEO HYBE America, Scooter Braun.
"ARMY Korea dan Internasional menuntut divestasi HYBE dari Zionisme dan Zionis di industri ini," demikian pesan yang dipampang di layar truk, seperti yang dikutip dari The Korea Times pada Kamis (29/2).
"Mereka akan terus mendorong pemenuhan tuntutan mereka jika tidak dipenuhi. Kami meminta Anda untuk berdiri untuk kemanusiaan, menghormati sejarah, dan menentang kekerasan," tambahnya.
Pada 24 Desember, sebuah video berdurasi tiga menit diunggah oleh jaringan media Israel, Arutz Sheva, yang menampilkan Braun memberikan pidato di Israel, mendesak pembebasan tawanan Palestina.
Pada 7 Oktober 2023, dilaporkan lebih dari 360 orang tewas dalam serangan oleh pejuang Hamas di festival musik Nova di Israel Selatan, dengan setidaknya 40 orang disandera.
"Mereka (para sandera) harus pulang sekarang... Kami tidak akan tinggal diam," tegas Braun dalam video tersebut.
Meskipun Braun adalah warga Amerika, ia mengatakan bahwa neneknya adalah seorang korban selamat dari kamp konsentrasi Auschwitz, yang dioperasikan oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II.
Dia termasuk di antara banyak selebriti dan tokoh hiburan Amerika yang diketahui mendukung Israel.
Banyak penggemar BTS menganggap sikap Braun telah merusak pesan keberagaman dan inklusivitas yang disampaikan oleh musik BTS, dan menuntut agar CEO tersebut dipecat.
Namun, HYBE telah menanggapi kontroversi tersebut dengan menjaga jarak.
Dalam mengomentari pernyataan Braun, perusahaan hiburan Korea tersebut menyatakan bahwa itu adalah pandangan pribadi yang terpisah dari manajemen perusahaan, sementara label tersebut belum memberikan komentar terkait protes truk yang baru-baru ini terjadi.
Pada tahun 2021, HYBE bergabung dengan label rekaman Amerika, Ithaca Holdings, yang didirikan oleh Braun pada tahun 2013.
Pada Januari 2023, Braun, yang sebelumnya mengelola beberapa bintang pop terkenal seperti Justin Bieber dan Ariana Grande, diangkat sebagai CEO tunggal HYBE Amerika.(jpg)
Editor : Tina Mamangkey