Jagosatu.com - Epic Games Store kembali menghadirkan kejutan besar dengan menawarkan The Callisto Protocol sebagai game gratis dari 22 hingga 29 Agustus.
Tahun ini, Epic memang sering membagikan game dengan anggaran besar, dan The Callisto Protocol adalah salah satunya.
Game horor bertahan hidup ini menempatkan pemain dalam mimpi buruk di bulan mati Jupiter, Callisto, di mana mereka harus melarikan diri dari kengerian dan mengungkap rahasia kelam yang tersembunyi.
Awal dari The Callisto Protocol begitu memikat, dengan atmosfer yang tebal dan visual yang memukau.
Namun, seiring berjalannya waktu, retakan mulai muncul di fondasi game ini, terutama dalam mekanik pertarungannya.
Meskipun senjata dalam game ini terasa berat dan berkesan, desain pertarungannya dirasa kurang memadai dan bahkan mengganggu pengalaman bermain.
Salah satu aspek yang menonjol dari game ini adalah fokus pada serangan jarak dekat.
Meskipun pemain memiliki akses ke senjata api, mereka tetap akan lebih sering menggunakan serangan jarak dekat di hampir setiap pertarungan.
Namun, masalah muncul ketika pemain harus menghadapi lebih dari satu musuh sekaligus.
Sistem pertarungan yang dirancang untuk satu lawan satu ini menjadi kurang efektif saat pemain dikelilingi oleh musuh.
Puncak dari kekurangan ini terlihat saat musuh besar bernama "Two-Heads" muncul.
Musuh ini hanya bisa diserang ketika sedang terhuyung, dan jika pemain kehabisan amunisi, mereka harus berganti senjata.
Namun, pergantian senjata ini bisa menjadi mimpi buruk, terutama karena animasi pergantian senjata yang bisa disalahartikan sebagai animasi reload, dan kedua animasi ini bisa terganggu oleh serangan Two-Heads.
Lebih jauh lagi, ketiadaan peta dalam game ini juga menjadi kelemahan tersendiri.
Di game horor bertahan hidup, mengenal dan menguasai ruang adalah kunci, dan tanpa panduan yang jelas, pemain seringkali merasa bingung memilih jalan yang benar.
Hal ini membuat permainan menjadi lebih membingungkan daripada menegangkan.
Meski begitu, The Callisto Protocol tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Dibuat oleh studio baru dalam tiga tahun, di tengah pandemi pula, game ini menunjukkan potensi besar dari tim pengembangnya.
Meskipun debut mereka mungkin tidak sempurna, kehadiran sekuel di masa depan bisa jadi membawa perbaikan yang dibutuhkan.
Pada akhirnya, meskipun game ini menawarkan sensasi horor yang mencekam, beberapa pilihan desain dalam game ini membuatnya sulit untuk direkomendasikan secara penuh.
Namun, bagi penggemar genre horor yang ingin merasakan atmosfer menegangkan, The Callisto Protocol masih layak untuk dicoba, terutama ketika bisa didapatkan secara gratis di Epic Games Store.
(Jacky Karongkong)
Editor : ALengkong