"Tiga strategi yakni pendidikan masyarakat, pencegahan dengan perbaikan sistem, serta penindakan," ujar Firli Bahuri pada rapat dengar pendapat program pemberantasan korupsi terintegrasi, di Manado, Kamis.
Dia menekankan pentingnya pendidikan masyarakat sebagai upaya untuk memberikan kesadaran kepada seluruh warga negara, penyelenggara negara, dan aparatur negara agar tidak terjerumus dalam perilaku korupsi.
Tujuan dari pendidikan masyarakat ini adalah untuk membangun budaya anti korupsi dan meningkatkan kehati-hatian agar tindakan korupsi dapat diminimalisir.
Strategi kedua yang diusung adalah pencegahan dengan perbaikan sistem melalui monitoring ketat terhadap penyelenggara negara.
"Kita kaji seluruh sistem supaya tidak terjadi, tidak ada celah, tidak ada ruang, orang melakukan korupsi," tegasnya.
Firli Bahuri menyebutkan terdapat sembilan program untuk memberantas korupsi melalui pendidikan masyarakat dan pencegahan tindakan korupsi.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian RI dan Kementerian Australia Akan Berkumpul di Batam
Salah satunya adalah melalui program "Paku Integritas", yaitu penanaman nilai-nilai integritas kepada penyelenggara negara.
"Seluruh penyelenggara negara kita undang kita ikutkan dalam program pendidikan paku integritas," ungkapnya.
"Tak hanya itu, kita juga akan membangun program 'Desa Antikorupsi' karena kita ingin mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi. Dari desa, kita wujudkan Indonesia bebas dari korupsi," tambahnya.
Selain itu, KPK juga melaksanakan program "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" untuk lebih menjangkau wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya pencegahan korupsi.
Baca Juga: Satpol PP Copot Bendera Partai dan Spanduk Bacaleg yang Melanggar Aturan
Firli Bahuri menegaskan bahwa strategi ketiga dalam pemberantasan korupsi adalah penindakan yang tegas terhadap para pelaku korupsi.
Dalam melaksanakan ketiga strategi tersebut, partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kunci sukses dalam upaya menciptakan Indonesia yang bersih dari korupsi.
Rapat dengar pendapat ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, bupati, wali kota, DPRD, serta Forkompimda, dan berlangsung di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut. (antara)
Editor : Tesalonika Pontororing