Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengenal Brain Panel Immunohistochemistry, Teknik Penting dalam Diagnosis dan Pengobatan Tumor Otak

Deiby Rotinsulu • Jumat, 28 Juli 2023 | 11:03 WIB
Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K) menegaskan bahwa BP IHC penting dalam pengobatan tumor otak karena dapat membantu dokter dalam menentukan jenis tumor otak dan strategi pengobatannya. (Istimewa)
Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K) menegaskan bahwa BP IHC penting dalam pengobatan tumor otak karena dapat membantu dokter dalam menentukan jenis tumor otak dan strategi pengobatannya. (Istimewa)

JAGOSATU.COM − Tumor otak menjadi tantangan besar dalam pengobatan kanker karena mempengaruhi fungsi dari sistem saraf pusat.

Salah satunya adalah Brain Panel Immunohistochemistry (BP IHC), teknik yang akurat dan tepat dalam menegakkan diagnosis tumor otak, yang sangat penting untuk pengobatan yang efektif.

BP IHC memungkinkan para dokter ahli patologi anatomi untuk mendeteksi protein tertentu di otak dan memungkinkan identifikasi jenis tumor otak yang sangat penting untuk penentuan strategi pengobatannya.

"Patologi anatomi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari perubahan struktur dan fungsi organ, jaringan tubuh, serta sel. Ilmu ini berkaitan dengan mendiagnosis dan mengetahui jenis suatu penyakit atau tumor melalui analisis jaringan tubuh manusia. Hasil analisis inilah yang membantu dokter dalam menentukan diagnosis serta memilih terapi yang tepat untuk pasien," ujar Dr.

dr. Patricia Diana Prasetiyo, M.Si.Med, Sp.PA, dokter spesialis patologi anatomi RS Siloam Lippo Village.

BP IHC adalah teknik patologi anatomi yang digunakan untuk mendeteksi protein tertentu pada tumor otak.

Proses BP IHC melibatkan pengambilan sampel jaringan otak untuk mendeteksi protein tertentu.

Tumor otak adalah salah satu jenis kanker yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat.

Pengobatan tumor otak melibatkan operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, dan radioterapi.

"BP IHC sangat diperlukan untuk mengetahui jenis-jenis tumor otak tertentu dan menentukan strategi pengobatannya," ungkap dr. Patricia.

Melalui BP IHC, para ahli patologi anatomi dapat mengidentifikasi protein dan antigen tumor tertentu pada sampel tumor otak.

Informasi yang diperoleh dari IHC membantu dokter dalam mengenali jenis tumor otak yang berbeda dan menentukan strategi pengobatannya.

Diagnosis yang akurat tentang jenis tumor otak penting untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat.

Dari hasil analisis patologi anatomi, dokter klinisi dapat memberikan saran tentang jenis terapi terbaik yang diperlukan.

"Selain itu, dokter juga dapat mempertimbangkan kemungkinan efek samping dari pengobatan sehingga pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien," sebut Prof. Julius, dokter spesialis bedah saraf konsultan bedah saraf onkologi RS Siloam Lippo Village.

BP IHC sangat akurat dalam mendeteksi protein tertentu di otak dan membantu dokter dalam membuat diagnosis patologi saraf yang akurat serta menentukan strategi pengobatan yang tepat.

"BP IHC merupakan teknik patologi anatomi yang melibatkan pewarnaan imunologi dengan pewarnaan antitubulin, inkubasi, dan pengamatan di bawah mikroskop. BP IHC memanfaatkan antibodi monoklonal dan poliklonal yang spesifik untuk protein tertentu. Antibodi ini akan membentuk kompleks dengan protein target di dalam sampel jaringan otak, dan menghasilkan perubahan warna atau fluoresensi yang dapat diamati dengan mikroskop," sebut dokter yang juga merupakan anggota dari American Association of Neurological Surgeons tersebut.

Proses BP IHC dimulai dengan pengambilan sampel jaringan otak. Sampel ini akan diawetkan dalam formalin dan kemudian diproses ke laboratorium patologi anatomi.

Di laboratorium, sampel jaringan otak akan dipotong menjadi irisan tipis dan diletakkan pada slide kaca.

Setelah itu, sampel jaringan otak akan diinkubasi dengan antibodi spesifik atau panel antibodi yang sesuai dalam kombinasi tertentu.

"Ahli patologi anatomi yang melakukan BP IHC diharuskan mendapatkan pelatihan khusus dalam teknik ini. Sertifikasi atau pengakuan tambahan dari organisasi medis dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri para ahli dalam menjalankan teknik ini dan memungkinkan mereka untuk mendorong batas dalam teknik patologi saraf. Kemungkinan lain adalah dari pihak direksi atau manajemen rumah sakit dapat menentukan kelayakan seorang dokter spesialis patologi anatomi untuk melakukan BP IHC dari keterampilan dan pengalaman yang telah dibuktikan oleh dokter tersebut," lanjut prof. Julius.

Penafsiran hasil BP IHC sangat penting dalam diagnosis dan pengobatan tumor otak. Setiap jenis tumor otak memiliki karakteristik spesifik yang dapat dideteksi melalui tes BP IHC.

Para ahli patologi anatomi akan mengamati hasil BP IHC untuk menentukan jenis tumor otak yang terdeteksi dan kemungkinan untuk memperkirakan hasil pengobatan dari terapi yang tersedia.

Dalam membuat diagnosis dari hasil BP IHC, dokter harus mempertimbangkan banyak faktor, termasuk usia pasien, riwayat medis, gejala awal, konfirmasi dengan tes lainnya, dan kesesuaian terapi.

Oleh karena itu, penafsiran hasil BP IHC membutuhkan keterampilan ahli dan pemahaman yang mendalam tentang sel, organ, serta biologi saraf pada otak.

Patologi anatomi telah menjadi bagian RS Siloam dalam mendiagnosis berbagai jenis penyakit.

RS Siloam menggunakan peralatan canggih dan tim dokter spesialis patologi anatomi terlatih untuk mendiagnosis tumor otak.

RS ini juga melakukan riset untuk mengembangkan teknologi patologi anatomi terbaru dan memberikan solusi tepat bagi pasien baik itu melalui jenjang pendidikan formal dan pelatihan.(jpg)

Editor : Deiby Rotinsulu
#kanker #Brain Panel Immunohistochemistry #tumor otak