JAGOSATU.COM - Kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai 44 kasus positif hingga tanggal 12 November 2023.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa situasi semakin rumit karena stok vaksin monkeypox masih terbatas dan harganya tinggi.
Sebagai langkah pencegahan terhadap infeksi virus langka dari hewan (zoonosis) ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menyarankan untuk menghindari praktik seks berisiko.
"Karena saat ini vaksin sangat terbatas dan cukup mahal, yang terbaik adalah menghindari praktik seks berisiko, terutama jika pasangan kita memiliki gejala monkeypox, sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dan segera isolasi," ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta pada Senin (13/11).
Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Serat sebagai Pilihan Nutrisi Terbaik bagi Penderita Diabetes
Tarmizi mengidentifikasi kelompok berisiko termasuk mereka yang berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan dan memiliki banyak pasangan, terutama seks sesama jenis. Kasus monkeypox cenderung terjadi pada hubungan seks sesama jenis.
Selain itu, Tarmizi mengimbau masyarakat untuk segera melakukan isolasi jika merasakan gejala monkeypox. Orang yang berisiko tinggi juga disarankan untuk mendapatkan vaksinasi guna melindungi diri dari penyakit ini.
"Kalau kita ada gejala monkeypox, segera lapor ke fasilitas kesehatan dan lakukan isolasi. Orang yang beresiko perlu segera mendapatkan vaksinasi," tambahnya.
Tarmizi menegaskan bahwa monkeypox dapat menyebar ke provinsi lain karena sifat penularannya.
Namun, dia menenangkan masyarakat bahwa penularan monkeypox jauh lebih lambat dibandingkan dengan COVID-19. Penyakit ini biasanya menular melalui kontak langsung atau tidak langsung, sehingga penyebarannya lebih lambat.
Menurut Kemenkes, orang yang terkonfirmasi monkeypox umumnya memiliki hubungan seks sesama jenis, terutama pada pria yang juga menderita kondisi penyerta seperti HIV dan sifilis.
Gejala monkeypox dimulai dengan nyeri kepala, diikuti demam dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius, nyeri tenggorokan, dan pembesaran kelenjar getah bening.
Ruam kulit yang merah dan tersebar di lengan, area genital, dan tungkai biasanya muncul dalam satu hingga tiga hari.
Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Serat sebagai Pilihan Nutrisi Terbaik bagi Penderita Diabetes
Meskipun gejalanya berbeda dengan cacar air yang ditandai dengan demam tinggi, ruam banyak, dan bintil yang beragam, Kemenkes telah menyiapkan 4.500 dosis vaksin monkeypox dan 1.008 botol antivirus tecovirimat sebagai bagian dari upaya pengobatan pasien.
Ketersediaan vaksin ini diharapkan pada pekan keempat November 2023 sebagai langkah konkret mengatasi kasus monkeypox di Indonesia.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu