JAGOSATU.COM- Kanker mulut adalah salah satu jenis kanker yang dapat muncul pada bagian-bagian seperti dinding mulut, bibir, lidah, gusi, dan langit-langit.
Selain itu, kanker ini juga bisa menyerang jaringan di tenggorokan (faring) dan kelenjar ludah.
Biasanya, kanker mulut bisa dikenali dari sariawan yang tak kunjung sembuh, kemunculan bercak putih atau merah, serta rasa sakit di dalam mulut.
"Metode pengobatan kanker mulut dapat berupa radioterapi, kemoterapi, operasi, dan terapi target," ujar ahli kesehatan.
Penyebab terjadinya kanker mulut, menurut ahli, dikarenakan pertumbuhan tidak normal dari jaringan di dalam mulut.
Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik pada sel-sel di jaringan tersebut, namun, penyebab mutasi genetik ini sendiri belum diketahui dengan pasti.
Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut antara lain adalah faktor keturunan dan usia di atas 50 tahun.
Beberapa perilaku dan kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan kurangnya konsumsi sayur dan buah.
Ketika ditanya mengenai penyebab kanker mulut, ahli menyatakan bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi HPV, infeksi herpes mulut, serta penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV/AIDS.
Gejala kanker mulut yang perlu diwaspadai antara lain adalah sariawan yang tak kunjung sembuh, bercak merah atau putih dalam mulut, serta benjolan atau penebalan di dalam mulut, langit-langit mulut, atau gusi.
Ahli menyarankan agar ketika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk memastikan diagnosis kanker mulut, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, termasuk biopsi untuk pengambilan sampel jaringan yang kemudian diperiksa di laboratorium.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kanker mulut dibagi menjadi empat stadium, yang masing-masing mempengaruhi metode pengobatan yang akan dilakukan.
"Pengobatan kanker mulut tergantung pada stadium, letak, dan jenis kanker mulut, serta kondisi kesehatan pasien," kata ahli.(***)
Editor : Deiby Rotinsulu