Salah satu penyebab utama lonjakan kasus gagal ginjal ini adalah perubahan pola makan yang semakin banyak mengandalkan makanan dan minuman manis. Anak-anak sekarang memiliki akses yang lebih mudah terhadap produk-produk manis dan mengonsumsinya dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan smartphone yang meningkat membuat anak-anak kurang bergerak dan beraktivitas fisik, yang juga berkontribusi pada masalah kesehatan ini.
Studi terbaru mendukung temuan ini. Anak-anak dan remaja di seluruh dunia saat ini mengonsumsi lebih banyak minuman manis dibandingkan sebelumnya, yang meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di masa depan. Misalnya, menurut laporan yang diterbitkan di BMJ, konsumsi minuman manis di kalangan anak-anak meningkat hampir 23% pada tahun 2018 dibandingkan tahun 1990.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak di negara-negara seperti Meksiko, Uganda, Pakistan, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat adalah yang paling banyak mengonsumsi minuman manis, dengan rata-rata lebih dari enam porsi per minggu. Peneliti memperingatkan bahwa peningkatan konsumsi minuman manis ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan risiko obesitas, yang meskipun tidak langsung menyebabkan penyakit seperti diabetes atau kardiovaskular pada usia muda, dapat berdampak signifikan di kemudian hari.
Kondisi ini juga mulai terlihat di Indonesia. Di Kabupaten Malang, sejumlah anak telah didiagnosis menderita diabetes mellitus (DM) hingga gagal ginjal. Direktur Umum RSUD Kanjuruhan, Bobi Prabowo, mencatat adanya enam pasien anak dengan DM tipe satu dan satu pasien anak dengan gagal ginjal selama periode Januari hingga Juli 2024.
DM tipe satu, yang sering kali disebabkan oleh faktor genetik, biasanya terdeteksi pada usia belasan tahun. Anak-anak yang mengalami DM tipe satu ini menunjukkan gejala seperti mual, muntah, hingga lemas berkepanjangan. Meski penyakit ini biasanya muncul secara perlahan, dampaknya bisa sangat serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Peningkatan kasus penyakit ini menjadi perhatian serius di RSUD Kanjuruhan, di mana para pasien menjalani kontrol dan pengobatan rutin. Bobi Prabowo juga mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak mereka.
Untuk mencegah risiko penyakit ginjal, sangat penting bagi orang tua untuk membatasi konsumsi minuman manis pada anak-anak dan memastikan mereka menjalani gaya hidup sehat. Pemilihan produk makanan dan minuman yang aman dan sudah terverifikasi oleh BPOM adalah langkah awal yang bisa diambil. Dengan pengawasan yang baik dan penerapan gaya hidup sehat, diharapkan lonjakan penyakit ginjal pada anak-anak dapat dicegah di masa depan.
(ShellyneSalainti)