JagoSatu.com – Autism test atau tes skrining autisme dapat menjadi langkah awal bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda Autism Spectrum Disorder (ASD) sejak dini. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya hambatan dalam perkembangan komunikasi, interaksi sosial, maupun perilaku pada anak.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Halodoc dan ditinjau oleh Redaksi Halodoc pada 29 Juli 2026, skrining awal dapat membantu mengidentifikasi gejala seperti minimnya kontak mata, anak tidak merespons saat dipanggil namanya, keterlambatan bicara, hingga munculnya gerakan yang dilakukan secara berulang.
Salah satu metode skrining yang banyak digunakan adalah Modified Checklist for Autism in Toddlers, Revised (M-CHAT-R). Kuesioner ini dirancang untuk anak berusia 16 hingga 30 bulan dan diisi oleh orang tua berdasarkan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.
Meski dapat memberikan gambaran awal mengenai risiko autisme, hasil autism test mandiri bukan merupakan diagnosis. Halodoc menegaskan bahwa diagnosis autisme tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis anak tumbuh kembang, psikiater anak, atau psikolog anak.
Apabila hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi, anak disarankan menjalani evaluasi lanjutan yang meliputi pemeriksaan pendengaran, penilaian kemampuan berbahasa, observasi interaksi sosial secara langsung, serta asesmen klinis secara komprehensif.
Halodoc juga mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan skrining, seperti menggunakan instrumen sesuai usia anak, mengamati respons anak saat dipanggil, memperhatikan kontak mata dan komunikasi nonverbal, serta segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada autisme.
Mengutip penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada 2026, intervensi dini yang diawali dengan skrining rutin terbukti dapat meningkatkan respons sosial anak hingga 40 persen. Terapi yang dimulai sebelum usia tiga tahun juga dinilai membantu mengoptimalkan kemampuan berbahasa serta meningkatkan kemandirian anak di kemudian hari.
Dalam penanganannya, dokter dapat merekomendasikan terapi serta, bila diperlukan, obat untuk membantu mengendalikan gejala penyerta tertentu, seperti kecemasan, perilaku agresif, atau tantrum berat. Namun, Halodoc menegaskan bahwa obat tidak dapat menyembuhkan autisme, melainkan hanya membantu mengelola gejala sesuai kondisi masing-masing pasien.
Orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila anak berusia sekitar 18 bulan menunjukkan tanda-tanda seperti keterlambatan bicara, minim kontak mata, atau tidak memberikan respons ketika dipanggil.
Informasi mengenai autism test, tahapan skrining, tanda awal autisme, serta pentingnya deteksi dini bersumber dari artikel Halodoc berjudul "Cara Melakukan Autism Test Secara Mandiri di Rumah" yang dipublikasikan pada 29 Juli 2026 dan telah ditinjau oleh Redaksi Halodoc.
Editor : ALengkong