JAGOSATU.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Steaven Dandel, telah mengungkapkan data terbaru tentang kasus stunting atau gizi buruk di wilayah tersebut.
"Dari total 19.300 balita yang diukur pada Bulan Februari 2023, terdapat 78 kasus dugaan stunting," ungkap Dandel saat menyampaikan data terkini pada Rabu (2/8/2023).
Dandel menyatakan bahwa angka kejadian stunting di Kota Manado mencapai 0,39, yang lebih rendah dari rata-rata nasional pada Tahun 2022 yang mencapai 21,6 persen.
Pemerintah Kota Manado telah mengambil tindakan tegas dalam upaya menekan angka stunting dengan meluncurkan program intervensi AARS (Atasi Anak berResiko Stunting).
Program ini meliputi dua jenis intervensi, yaitu intervensi sensitif yang mencakup penyuluhan dan konseling, serta intervensi spesifik yang mencakup pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan, pemberian vitamin, dan perawatan bayi.
Menurut dr. Steaven Dandel, dana sebesar Rp 11 miliar telah dialokasikan untuk mendukung program ini dan berasal dari berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Pangan, Dinas PUPR melalui program sanitasi dan air minum, Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Sosial, Dikbud, DPKP, Disperindag, Diskominfo, Bapelitbangda, dan Dukcapil.
Dengan langkah konkret yang diambil oleh Pemerintah Kota Manado, diharapkan angka stunting dapat terus menurun. "Supaya anak-anak di Kota Manado tumbuh dengan sehat dan optimal dalam masa pertumbuhan mereka," tutup Dandel. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey