JagoSatu.com - Pengamat Politik, Ray Rangkuti, mengungkapkan bahwa kecurangan dalam tahapan pelaksanaan menjelang Pemilu 2024 di Indonesia kemungkinan akan semakin luas.
Menurut Ray, kecurangan semacam itu juga akan berdampak negatif terhadap kualitas demokrasi di negara ini, sehingga masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi.
"Dalam menjelang Pemilu 2024, kecurangan semakin luas dan itu akan menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia," ungkap Ray saat dihubungi pada Sabtu (10/6/2023).
Ray menjelaskan bahwa dalam Pemilu 2024 mendatang, presiden cenderung tidak bersikap netral. Hal ini menjadi perhatian karena sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan, seharusnya presiden tidak menunjukkan preferensi terhadap salah satu calon presiden.
"Sebagai kepala negara, presiden seharusnya tidak boleh memihak kepada siapapun, karena memiliki instrumen kekuasaan," tegasnya.
Ray menganggap sikap tidak netral dari presiden sebagai bentuk kecurangan dalam proses menjelang Pemilu 2024.
"Kecurangan dalam proses pemilu bisa dilihat dari beberapa aspek, termasuk pemerintah yang tidak netral dan peserta yang menggunakan segala cara untuk meraih suara," tambahnya.(pojoksatu.id)
Editor : Tina Mamangkey