JAGOSATU.COM - Tujuh universitas ternama dari luar negeri berencana untuk membuka cabang kampus di Indonesia, tetapi hal ini menimbulkan perhatian di kalangan para dosen.
Mereka berharap bahwa kedatangan kampus-kampus asing tersebut tidak berarti secara otomatis akan membawa dosen-dosen dari negara asal mereka.
Para dosen berharap agar dosen-dosen lokal juga memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja di kampus-kampus tersebut, selama memenuhi syarat akademik yang ditetapkan.
Ketua Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP), Prof. Ali Muktiyanto, menyatakan bahwa mereka tidak mempermasalahkan kedatangan kampus asing jika berbicara tentang kualitas.
Masuknya kampus asing ke Indonesia harus tunduk pada regulasi terkait kepegawaian dan ketenagakerjaan, termasuk mengenai komposisi staf dari dalam dan luar negeri.
Ali menegaskan bahwa para dosen melihat kampus-kampus asing sebagai mitra dan bukan sebagai pesaing. Mereka berharap ada kerja sama di bidang akademik, seperti penelitian dan lainnya, sehingga kampus lokal dan kampus cabang luar negeri dapat berkembang bersama-sama.
Sebelumnya, Kemendikbudristek telah mengumumkan rencana tujuh universitas terkemuka dari luar negeri yang akan membuka cabang di beberapa kota di Indonesia, termasuk Daekin University dan Lancaster University di Bandung, King’s College London, Western Sydney University, dan Georgetown University di Surabaya, serta Curtin University dan Manchester University di Denpasar. (jpg)
Editor : Toar Rotulung