Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Dirty Vote, Film yang Membuka Tabir Kecurangan Pemilu 2024

Tina Mamangkey • 2024-02-12 09:41:32
Tangkapan Layar dari trailer Film Dokumenter Dirty Vote. (Istimewa)
Tangkapan Layar dari trailer Film Dokumenter Dirty Vote. (Istimewa)

JAGOSATU.COM - Dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 telah menjadi topik hangat setelah diluncurkannya film dokumenter 'Dirty Vote'.

Film tersebut dirilis pada 11 Februari 2024 pukul 11.00 WIB dan berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia.

Melalui film tersebut, terungkap bahwa kecurangan dalam Pemilu 2024 terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Tidak mengherankan jika film berdurasi lebih dari 2 jam ini, menjadi viral di media sosial Youtube setelah peluncurannya.

Dari ringkasan yang dikumpulkan oleh JawaPos.Com pada Senin (12/20), berikut adalah beberapa fakta menarik yang diungkap dalam film dokumenter Dirty Vote, seperti yang dikutip dari Youtube:

1. Ambil Momentum 11.11

Film dokumenter berjudul 'Dirty Vote' yang tayang hari ini mengambil momentum 11.11, yaitu tanggal 11 Februari bertepatan hari pertama masa tenang pemilu dan disiarkan pukul 11.00 WIB di kanal Youtube.

2. Edukasi dari 3 Ahli Hukum Tata Negara

Dirty Vote merupakan dokumenter eksplanatori yang disampaikan oleh tiga ahli hukum tata negara, yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.

Ketiganya mengungkapkan, betapa berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu sekalipun prosesnya menabrak hingga merusak tatanan demokrasi.

3. Biaya Produksi Patungan

Produser Dirty Vote Joni Aswira mengatakan, film ini lahir dari kolaborasi lintas CSO.

Selain itu, dokumenter ini disebut memfilmkan hasil riset kecurangan pemilu yang selama ini dikerjakan koalisi masyarakat sipil.

Biaya produksinya dihimpun melalui crowd funding, sumbangan individu dan lembaga.

“Biayanya patungan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/2).

4. Digarap dengan Waktu Singkat

Film dokumenter ini digarap dengan waktu yang cenderung pendek dan singka dibanding film dokumenter lainnya.

"Dirty Vote juga digarap dalam waktu yang pendek sekali sekitar dua minggu, mulai dari proses riset, produksi, penyuntingan, hingga rilis," ungkap Joni.

"Bahkan lebih singkat dari penggarapan End Game KPK (2021),” tandasnya.

5. Libatkan 20 Lembaga

Untuk diketahui, ada 20 lembaga lain yang terlibat kolaborasi dalam film Dirty Vote, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, Ekuatorial, Fraksi Rakyat Indonesia, Greenpeace Indonesia, Indonesia Corruption Watch, Jatam, Jeda Untuk Iklim, KBR, LBH Pers, Lokataru, Perludem, Salam 4 Jari, Satya Bumi, Themis Indonesia, Walhi, Yayasan Dewi Keadilan, Yayasan Kurawal, dan YLBHI. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Dirty Vote #fakta #film dokumenter #Pemilu 2024 #kecurangan