JAGOSATU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) pada hari ini (Jumat, 23 Februari 2024).
Peresmian ini akan ditandai dengan penekanan sirene sebagai simbolisasi pentingnya pembangunan ini.
Menurut keterangan resmi dari Kementerian PUPR, proyek pembangunan Bendungan Lolak telah dimulai sejak tahun 2015.
Bendungan ini merupakan salah satu dari 61 bendungan yang dibangun selama pemerintahan Presiden Jokowi, yang sebagian besar selesai dalam periode 2015 hingga 2024.
Proyek Bendungan Lolak, yang dikerjakan oleh PT. PP (Persero) Tbk, merupakan salah satu dari proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Pembangunan fisik bendungan ini selesai pada akhir tahun 2023, di bawah kepemimpinan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana, yang saat ini digantikan oleh Sugeng Harianto.
Dengan luas total 371,32 hektar dan luas genangan sekitar 101 hektar, Bendungan Lolak telah mulai diisi air sejak 18 Agustus 2023.
Didesain untuk memiliki kapasitas penyimpanan air sebesar 16,23 juta meter kubik, bendungan ini memiliki berbagai fungsi yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitarnya.
Salah satu manfaat utama Bendungan Lolak adalah penyediaan air irigasi untuk pertanian seluas 2.214 hektar di Kabupaten Bolmong, diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.
Selain itu, bendungan ini juga berperan sebagai sumber air baku dengan kapasitas 500 liter per detik, pembangkit listrik tenaga air dengan potensi energi sebesar 2,43 MW, dan pengendali banjir yang dapat mengurangi risiko banjir sebesar 12%.
Selain fungsi utamanya, kawasan Bendungan Lolak juga diharapkan menjadi destinasi pariwisata baru di daerah Bolaang Mongondow.
Lahan di sekitar bendungan akan dimanfaatkan sebagai Hutan Buah produktif bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Xabi Alonso Enggan Bicara Soal Peluangnya Menjadi Pelatih Liverpool
Pembangunan Bendungan Lolak terbagi dalam tiga paket kontrak dengan total biaya pembangunan mencapai Rp 1,75 triliun.
Paket-paket tersebut mencakup berbagai pekerjaan mulai dari galian dan timbunan hingga pembangunan struktur hidromekanikal dan penghijauan.
Bendungan Lolak, yang berjarak sekitar 210 kilometer dari Kota Manado dengan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan, menjadi salah satu proyek penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey