JAGOSATU.COM- Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Gorontalo menggemakan suara mereka dalam aksi demonstrasi dan kompak turun ke jalan pada Kamis (27/6/2024) untuk menentang keras sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dianggap mengancam demokrasi dan hak-hak rakyat.
Di dua titik kumpul, Bundaran Saronde dan Bundaran Hulonthalangi Indah, gelombang massa aksi meluap. Mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Bina Taruna, Universitas Ichsan Gorontalo, Universitas Ichsan Gorontalo Utara, serta perwakilan dari Paguyuban Batudaa, Atinggola, dan Bangkep, kompak menyuarakan penolakan.
Di Bundaran Saronde, suara mahasiswa menuntut, menolak RUU Polri, RUU TNI, RUU Penyiaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Kekhawatiran mereka mengenai RUU ini bagaikan racun bagi demokrasi, merenggut hak-hak asasi dan membungkam suara rakyat.
Penjabat Gubernur Gorontalo dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dituntut untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dan rakyat.
Sementara itu di Bundaran Hulonthalangi Indah, aksi sempat memanas. Unjuk rasa nyaris bentrok dengan warga sekitar, dipicu akses jalan yang terhambat akibat aksi demonstrasi dan warga sekitar meminta untuk tidak menghalangi jalan yang ada.