Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Nelayan Geger Mengira Torpedo, Ternyata Alat Pengukur Arus Laut

Pratama Karamoy • Rabu, 8 April 2026 - 20:48 WIB
TIDAK BERBAHAYA: Tim Gegana Polda NTB memastikan benda mirip torpedo di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, aman dan tak mengandung zat radioaktif kemarin (7/4).
TIDAK BERBAHAYA: Tim Gegana Polda NTB memastikan benda mirip torpedo di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, aman dan tak mengandung zat radioaktif kemarin (7/4).

 LOMBOK – Temuan benda mencurigakan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya teridentifikasi. Polda NTB memastikan benda berbentuk silinder mirip torpedo itu bukanlah peledak, melainkan alat pengukur arus laut. Kepastian tersebut didapat setelah Tim Gegana Polda NTB melakukan pemeriksaan. 

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid mengatakan, benda tersebut merupakan instrumen penelitian untuk memantau kondisi bawah laut. “Biasanya dipasang di pelampung atau dasar laut,” jelasnya.

Meski sudah memastikan tidak berbahaya, polisi tetap mengamankan benda tersebut guna menghindari kesalahpahaman masyarakat sekaligus kepentingan identifikasi lebih lanjut.

 

Baca Juga: AS Hendak Curi Uranium Iran Berkedok Selamatkan Pilot

 

Kronologi Penemuan

Benda misterius itu pertama kali ditemukan oleh Arianto, seorang nelayan lokal, saat sedang menjaring ikan, pada Senin (6/4) sekitar pukul 10.00 WITA. Lokasi penemuan berada sekitar 16 kilometer (KM) di sisi utara Gili Trawangan.

Secara fisik, benda tersebut memiliki dimensi cukup besar, yakni panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter 70 sentimeter. Memang sekilas mirip torpedo.

Kecurigaan warga sempat menguat lantaran ditemukan label “CSIC” pada badan benda serta deretan aksara Tionghoa di bagian bawahnya. Khawatir mengandung bahan peledak atau zat radioaktif, nelayan segera melapor ke pihak berwajib. (bib/aph)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional