Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Panitia UTBK Lakukan Analisis Kemiripan Wajah

Pratama Karamoy • Kamis, 23 April 2026 | 14:17 WIB
PENGAWASAN DETAIL: Peserta mengganti sepatu dengan sandal sebelum mengikuti UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (22/4).
(Foto oleh: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
PENGAWASAN DETAIL: Peserta mengganti sepatu dengan sandal sebelum mengikuti UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (22/4). (Foto oleh: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

 SURABAYA – Pengungkapan kasus perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus berkembang.  Rektor ITS Bambang Pramujati menyebutkan, pelaksanaan hari pertama tidak ditemukan adanya indikasi perjokian. "Jadi, pagi hari ini (kemarin), ada pelaksanaan UTBK di ITS yang akan dilaksanakan sampai Rabu (29/4), kecuali Minggu (26/4)," ujarnya. Total 12.586 peserta akan mengikuti UTBK di ITS selama sepekan. Ujian digelar dalam dua sesi setiap hari dengan rata-rata 1.022 peserta per hari yang tersebar di 48 lokasi di lingkungan kampus.

Meski memulai lebih belakangan, ITS memastikan standar pengawasan tetap ketat. Berbagai langkah antisipasi diterapkan, seperti pemeriksaan berlapis menggunakan metal detector dan pengecekan detail barang bawaan peserta. Pengawasan dilakukan sejak peserta memasuki area ujian hingga berada di dalam ruang ujian. Pengawasan ketat serupa juga diterapkan di pusat UTBK lain, Universitas Airlangga (Unair). Memasuki hari kedua kemarin, penguatan sistem pencegahan kecurangan dilakukan melalui berbagai metode. Panitia tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga analisis data dari panitia pusat untuk mendeteksi potensi anomali peserta.

Sekretaris Pusat UTBK Unair Achmad Solihin menjelaskan, panitia pusat melakukan analisis kemiripan wajah berbasis data pendaftaran peserta. Jika ditemukan kemiripan tinggi dengan identitas berbeda, informasi tersebut langsung dikirim ke lokasi ujian untuk ditindaklanjuti. Namun, di salah satu temuan, peserta yang dicurigai justru tidak hadir sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Kami tidak bisa mengatakan itu joki karena yang bersangkutan tidak hadir dan tidak bisa dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Baca Juga: Joki UTBK Ketahuan Karena Tak Bisa Bicara Bahasa Daerah Peserta

Modus Terlambat

Di Pusat UTBK UPN "Veteran" Jawa Timur pada hari pertama pelaksanaan, panitia menemukan satu peserta yang diduga sebagai joki. "Modus operandinya tahun ini beda, mereka melakukan aksinya dengan modus terlambat," ujar Koordinator Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur Eka Prakarsa.

Pelaku datang saat sebagian besar peserta sudah memasuki ruang ujian dengan harapan pengawasan tidak dilakukan maksimal. Namun, prosedur tetap dijalankan melalui pemeriksaan di ruang transit sebelum peserta masuk ruang ujian.

Pengawas mulai curiga saat mencocokkan wajah peserta dengan data yang terdaftar. "Dari awal masuk ruang pemeriksaan, peserta menunjukkan gelagat mencurigakan dan sering menutupi wajah," ungkap Eka.

Setelah dilakukan pendalaman dan konfirmasi dengan pihak sekolah asal, identitas peserta dipastikan tidak sesuai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke ketua pelaksana untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. (dho/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#UTBK #Nasional