Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Google Uji Fitur Baru, Pemilik Situs Kini Bisa Tolak Kontennya Dipakai AI

ALengkong • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:29 WIB
Konten Tak Ingin Dipakai AI? Google Siapkan Opsi Baru bagi Pemilik Situs Web di Hasil Pencarian
Konten Tak Ingin Dipakai AI? Google Siapkan Opsi Baru bagi Pemilik Situs Web di Hasil Pencarian

Google tengah mengembangkan dan menguji coba sebuah fitur baru yang akan memberikan kontrol lebih besar kepada pemilik situs web.

Fitur ini memungkinkan mereka untuk menolak konten dari situsnya agar tidak ditampilkan dalam fitur AI Overviews dan AI Mode pada hasil pencarian Google.

Langkah ini merupakan respons terhadap kekhawatiran yang berkembang di kalangan penerbit dan kreator konten mengenai penggunaan materi mereka oleh kecerdasan buatan tanpa persetujuan eksplisit.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan pilihan bagi para pemilik konten.

Fitur AI Overviews dan AI Mode sendiri merupakan bagian dari upaya Google untuk mengintegrasikan kemampuan AI generatif ke dalam pengalaman pencarian.

Tujuannya adalah untuk memberikan ringkasan informasi yang lebih cepat dan komprehensif kepada pengguna.

Namun, implementasi fitur ini menimbulkan perdebatan sengit, terutama terkait hak cipta dan kompensasi bagi para pembuat konten asli.

Banyak pihak merasa konten mereka dieksploitasi tanpa imbalan yang setimpal.

Dengan adanya opsi penolakan ini, Google berupaya menyeimbangkan inovasi AI dengan hak-hak para pemilik konten.

Ini juga menjadi indikasi bahwa perusahaan teknologi raksasa tersebut menyadari pentingnya menjaga ekosistem konten yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut laporan yang dihimpun Radar Bonang pada Kamis (5/6/2026), fitur baru ini sedang dalam tahap pengujian internal.

Detail teknis mengenai bagaimana implementasi penolakan ini akan bekerja masih belum sepenuhnya diungkapkan ke publik.

Kemungkinan besar, opsi ini akan diintegrasikan melalui protokol standar seperti file robots.

txt atau meta tag khusus yang dapat dikenali oleh bot perayap Google.

Ini akan memberikan instruksi jelas kepada AI agar tidak memproses atau menampilkan konten tertentu.

Keputusan Google untuk memperkenalkan fitur ini menunjukkan adanya tekanan dari komunitas penerbit dan kreator konten.

Mereka menuntut transparansi dan kontrol lebih atas bagaimana karya mereka digunakan dalam lanskap AI yang terus berkembang.

Jika fitur ini diluncurkan secara luas, ini bisa menjadi preseden penting bagi industri teknologi dan media.

Ini akan menetapkan standar baru mengenai bagaimana platform AI berinteraksi dengan konten yang ada di internet.

Para pemilik situs web dan penerbit diharapkan dapat memanfaatkan opsi ini untuk melindungi kekayaan intelektual mereka, sekaligus tetap mendapatkan visibilitas yang diinginkan di hasil pencarian tradisional Google.

Ini adalah langkah maju dalam upaya menyeimbangkan inovasi dan etika digital.

Editor : ALengkong
#AI Overviews #AI MoKonten Digitalde #hak cipta #Google AI