SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan temuan kasus baru HIV/AIDS tertinggi secara nasional. Jumlahnya mencapai 10.612 kasus sepanjang tahun 2025. Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Jatim memilih fokus memperluas pelacakan (tracing). Langkah itu dilakukan untuk menemukan lebih banyak kasus secara dini, memastikan warga yang terinfeksi mendapatkan penanganan, serta menekan risiko penularan.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut angka temuan kasus HIV tersebut memang besar secara absolut. Namun, menurut dia, data itu belum dapat menjadi gambaran yang utuh. Sebab, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai hampir seperenam dari total populasi Indonesia. "Perbandingan yang tidak menyandingkan persentase memberi tantangan untuk memastikan proporsionalitasnya," kata Emil.
Baca Juga: Ajukan Ganti Kelamin, Perempuan Banyuwangi Jalani Sidang
Meski demikian, Emil menegaskan bahwa data tersebut tetap menjadi tantangan serius bagi Pemprov Jatim. "Penanganan HIV/AIDS menjadi prioritas. Upaya yang dilakukan sama dengan penanganan penyakit menular lainnya," ujarnya.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pelacakan kasus secara masif. Tujuannya agar warga yang terinfeksi dapat segera memperoleh layanan dan pendampingan yang diperlukan. Selain itu, pemenuhan fasilitas layanan kesehatan juga terus diperluas.
Dia menambahkan, setiap kasus yang ditemukan di tengah masyarakat tetap harus menjadi perhatian bersama. "Satu warga yang memiliki masalah, itu artinya kita masih punya PR yang harus dikerjakan," imbuhnya. (ian/ris)
Editor : Pratama Karamoy