Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BPJS Kesehatan: Penyakit Katastropik Sedot Anggaran Rp 50,3 Triliun

Pratama Karamoy • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:52 WIB
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

 

JAKARTA – Penyakit katastropik masih menjadi beban terbesar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan menggelontorkan Rp 50,3 triliun untuk menangani sekitar 59,9 juta kasus penyakit berbiaya tinggi. Atau, sekitar 26,3 persen dari total biaya pelayanan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, tingginya pembiayaan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif. "Sebab, sebagian besar penyakit katastropik sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini," kata Pujo.

Penyakit jantung menjadi penyerap anggaran terbesar dengan nilai klaim mencapai Rp 17,3 triliun untuk penanganan 29,7 juta kasus. Di posisi kedua adalah gagal ginjal yang menghabiskan Rp 13,3 triliun dari 12,6 juta kasus. Sementara itu, pembiayaan kanker mencapai Rp 10,3 triliun dari 7,1 juta kasus, disusul stroke sebesar Rp 7,2 triliun dari 9,5 juta kasus. Adapun hemofilia menghabiskan biaya Rp 909,6 miliar untuk 84,8 ribu kasus. Kemudian thalassemia menyerap Rp 852,7 miliar dari 398,1 ribu kasus, dan sirosis hati Rp 278,1 miIiar untuk 311,3 ribu kasus.

Baca Juga: Menlu dan Ketua MPR Melayat ke Iran, Dubes RI Tak Dapat Akses

Secara keseluruhan, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya pelayanan sebesar Rp 191,33 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat Rp 15,22 triliun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 176,11 triliun. Meningkatnya biaya pelayanan membuat rasio klaim BPJS Kesehatan mencapai 108,27 persen. Artinya, nilai klaim yang dibayarkan telah melampaui pendapatan iuran yang diterima, sehingga menjadi tantangan bagi keberlanjutan Program JKN. (lyn/bas)

Editor : Pratama Karamoy
#BPJS Kesehatan #Nasional