JagoSatu.com – Pep Guardiola, Pelatih Manchester City, merayakan momen bersejarah saat membawa klubnya meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya. Pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Ataturk, Istanbul, Turki, Man City berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0 pada Minggu (11/6) dini hari.
Rodri menjadi pahlawan bagi Man City dengan mencetak satu-satunya gol pada menit ke-68. Kemenangan ini melengkapi treble Man City setelah mereka sebelumnya menjadi juara Liga Premier dan Piala FA pada musim 2022/2023.
Pep Guardiola mencatatkan prestasi sebagai pelatih pertama yang meraih treble dua kali dalam karirnya.
Sebelumnya, ia telah mencapainya bersama Barcelona pada musim 2008/2009. Keberhasilan Guardiola memenangkan treble dengan dua klub yang berbeda semakin menambah nilai prestasinya.
Tak hanya itu, Guardiola juga menjadi pelatih keenam yang berhasil memenangkan Liga Champions dengan dua klub berbeda.
Jose Mourinho (Porto dan Inter Milan), Jupp Heynckes (Bayern Muenchen dan Real Madrid), Carlo Ancelotti (AC Milan dan Real Madrid), Ernst Happel (Hamburg dan Feyenoord), serta Ottmar Hitzfield (Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund) menjadi lima pelatih lainnya yang mencapai prestasi serupa.
Manchester City telah menunjukkan dominasinya di kompetisi domestik sejak kedatangan Guardiola, meskipun kesuksesan di Liga Champions sempat menjadi target yang sulit dicapai. Namun, kali ini mereka berhasil mencapainya.
Guardiola mengungkapkan perasaan lega dan puas setelah membawa Man City meraih gelar Liga Champions.
Dalam wawancara dengan media setelah pertandingan melawan Inter Milan, Guardiola menyatakan (seperti yang dikutip dari The Guardian):
"Itu tertulis di bintang-bintang bahwa kami akan menjadi juara musim ini - dan kami berhasil melakukannya. Saya merasa lelah, tenang, dan puas. Meraih trofi 'brengsek' ini sungguh sulit. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang berat.
Mereka [Inter Milan] sangat tangguh. Kami merasa cemas di babak pertama, tetapi ini hanya soal kesabaran. Saya mengatakan kepada para pemain untuk tetap bersabar."
Guardiola juga berbicara tentang margin kecil yang membantu Man City meraih treble. Ia menjelaskan:
"Anda harus beruntung, seperti yang terjadi dengan Ederson, dan kompetisi ini seperti lemparan koin. Momentum kami datang dari keberhasilan kami di Liga Premier dan Piala FA, dan sekarang kami berhasil mengamankan gelar Liga Champions.
Ini bukan penampilan terbaik kami. Saya tidak punya energi untuk memikirkan musim depan, kami butuh istirahat. Kami akan memulai dari awal, itu adalah tugas kami. Meraih treble adalah sesuatu yang sangat sulit."
Dengan gelar Liga Champions ini, Man City menjadi tim Inggris pertama sejak Manchester United pada musim 1998/1999 yang berhasil meraih treble di tingkat Eropa.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kualitas tim yang luar biasa dengan skuad inti yang telah solid selama beberapa tahun terakhir. Akhirnya, Man City berhasil mengoptimalkan potensi mereka dan mencapai puncak kejayaan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey