JAGOSATU.COM - Manchester United masih berjuang menemukan ujung tombak yang tajam sejak kepergian Cristiano Ronaldo. Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee, dua striker yang didatangkan dalam dua musim terakhir, belum mampu memenuhi harapan suporter Setan Merah. Situasi ini memperburuk posisi tim yang kini terpuruk di papan bawah Liga Inggris meskipun masih bertahan di Liga Europa.
Hojlund, yang diboyong dengan biaya GBP 72 juta pada musim panas 2023, belum konsisten dalam mencetak gol. Hal serupa terjadi pada Zirkzee, rekrutan anyar dari Bologna yang juga belum tampil maksimal di bawah asuhan Ruben Amorim.
Mantan penyerang dan pelatih lini depan Manchester United, Benni McCarthy, mengungkapkan bahwa sebelum mendatangkan dua nama tersebut, klub sebenarnya telah mengincar tiga striker papan atas yang akhirnya batal direkrut. Ketiga nama tersebut adalah Harry Kane, Randal Kolo Muani, dan Victor Osimhen.
Harry Kane, Target Utama yang Gagal Didapat
Manchester United menjadikan Harry Kane sebagai target utama pada musim panas 2023. Namun, harga tinggi yang dipasang Tottenham Hotspur membuat transfer ini gagal terwujud. Kane akhirnya bergabung dengan Bayern Munchen dan tetap menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 73 gol dalam 76 penampilan.
McCarthy menyesalkan keputusan klub yang tidak berani menggelontorkan dana besar untuk Kane. "Jika kita lihat sekarang, GBP 100 juta untuk Kane akan sangat layak. Dia tetap menjadi mesin gol di Bayern," ujar McCarthy.
Randal Kolo Muani, Pilihan yang Berpindah ke PSG
Nama lain yang masuk radar Manchester United adalah Randal Kolo Muani. Saat masih berseragam Eintracht Frankfurt, ia menjadi buruan banyak klub top Eropa, termasuk Tottenham Hotspur. Namun, Muani memilih hijrah ke Paris Saint-Germain dengan harga fantastis pada 2023.
Sayangnya, performanya di PSG kurang meyakinkan. Dalam 54 pertandingan, ia hanya mencetak 11 gol dan 7 assist. Tidak mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Luis Enrique, Muani kemudian dipinjamkan ke Juventus pada Januari 2025. Di klub barunya, ia mulai menemukan kembali performa terbaiknya dengan lima gol dalam enam laga.
Manchester United masih memantau perkembangan Muani, dan kemungkinan pendekatan terhadap agennya bisa terjadi di akhir musim jika sang pemain terbuka untuk pindah ke Liga Inggris.
Victor Osimhen, Mesin Gol yang Terbuang ke Liga Turki
Victor Osimhen pernah menjadi buruan Manchester United dan Chelsea ketika bersinar bersama Napoli. Namun, harga tinggi yang dipasang Napoli membuat klub-klub besar mengurungkan niat untuk merekrutnya. Kini, Osimhen berkarier di Liga Turki bersama Galatasaray.
Di Turki, Osimhen kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak 19 gol dalam 24 pertandingan di semua kompetisi. Jika ia ingin kembali ke lima liga top Eropa, Manchester United bisa menjadi salah satu tujuan potensial di musim mendatang.
Manchester United masih mencari solusi untuk mengatasi tumpulnya lini depan mereka. Keputusan untuk tidak mendatangkan Kane, Muani, atau Osimhen bisa dianggap sebagai kesalahan strategi. Jika Hojlund dan Zirkzee tidak segera meningkatkan performa mereka, bukan tidak mungkin Setan Merah kembali membidik striker baru di bursa transfer musim panas mendatang.
Editor : Toar Rotulung