Jagosatu.com-Cristiano Ronaldo, megabintang sepak bola asal Portugal, akan menghadapi babak terakhir dalam karier internasionalnya di Piala Dunia 2026. Usia boleh tak muda lagi—41 tahun saat turnamen bergulir—tapi semangat dan ambisinya tetap menyala seperti api yang tak pernah padam.
Meski tak sedikit yang meragukan performanya karena faktor usia, Ronaldo menegaskan bahwa dirinya belum habis. “Saya masih merasa lapar akan kemenangan,” ucapnya dalam wawancara baru-baru ini. Kalimat itu bukan sekadar motivasi, tapi peringatan bahwa sang legenda belum siap menutup cerita tanpa akhir manis.
Baca Juga: Gila! Kacamata AR Snap Bisa Blokir Iklan di Dunia Nyata Pakai Google Gemini AI!
Ronaldo telah meraih segalanya: lima Ballon d'Or, gelar Liga Champions, juara Euro 2016, dan UEFA Nations League. Namun, Piala Dunia masih menjadi satu-satunya trofi yang luput dari genggamannya.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mungkin jadi panggung terakhirnya. Ini bukan sekadar soal gelar—tapi tentang warisan, harga diri, dan membuktikan bahwa usia hanyalah angka.
Untungnya bagi Ronaldo, Portugal saat ini sedang berada dalam generasi emas kedua. Nama-nama seperti Rafael Leão, João Félix, Gonçalo Ramos, hingga gelandang muda João Neves bisa menjadi penopang kuat untuk ambisi terakhirnya.
Dengan kombinasi pengalaman dan darah muda, Portugal berpotensi menjadi kuda hitam—atau bahkan kandidat juara—di 2026.
Piala Dunia selalu penuh drama. Ronaldo pun bukan orang asing dengan momen emosional, seperti tangisnya di final Euro 2004 yang berakhir pahit. Di Piala Dunia 2022, ia juga meninggalkan lapangan dengan air mata usai Portugal disingkirkan Maroko.
Kini, semuanya kembali pada satu pertanyaan: akankah Ronaldo mengakhiri kisahnya dengan tawa kemenangan, atau air mata perpisahan?
Satu hal yang pasti—dunia akan menanti. Apapun hasilnya, kehadiran Ronaldo akan tetap menjadi magnet utama dan inspirasi abadi bagi generasi muda, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. (YP)
Editor : Toar Rotulung