Jagosatu.com – PSSI resmi memproses naturalisasi Mauro Zijlstra untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam Piala AFF U-23 2025 dan tim senior pada kualifikasi Piala Dunia 2026. anl
PSSI sudah mengirim surat ke Kemenpora sebagai langkah awal naturalisasi menurut Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Proses berikutnya adalah surat akan diteruskan ke Kemenkumham, Mensesneg, dan DPR sebelum izin resmi keluar.
Mauro Zijlstra merupakan striker muda berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk klub Belanda, FC Volendam.
Dia mulai debut di tim utama Volendam pada musim 2024–25 setelah tampil di tim muda, mencetak gol dan assist untuk tim junior.
Zijlstra memenuhi syarat sebagai WNI karena neneknya berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: Dari Stadion ke Kantor Presiden: Gareth Bale 35 Tahun dan Rencana Ambisius Mengambil Alih Klub!
Dengan tinggi 1,88 m, dia punya potensi bagus sebagai targetman karena keunggulan fisiknya.
Rencana awalnya ia akan memperkuat Timnas U‑23 di Piala AFF U‑23 yang digelar 15–29 Juli 2025.
Selain itu, Zijlstra juga diincar untuk level senior pada kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat.
Menurut Erick Thohir, Zijlstra bisa jadi solusi untuk lini depan timnas yang dinilai masih kekurangan pemain muda.
PSSI juga sedang mengupayakan proses naturalisasi tiga pemain untuk Timnas Putri Indonesia.
Erick menyebut tiga pemain timnas putri akan segera diusulkan mengikuti jalur serupa.
Netizen ramai menyambut kabar ini dengan beragam pendapat positif dan harapan tinggi.
Beberapa berharap Zijlstra bisa jadi mesin gol baru Garuda, sementara yang lain menantikan perjuangannya adaptasi dengan gaya bermain Indonesia.
Proses naturalisasi ini sejalan dengan langkah PSSI sebelumnya yang sudah sukses mendatangkan beberapa pemain keturunan, seperti Ivar Jenner, Maarten Paes, Rafael Struick, Jay Idzes, dan Joey Pelupessy.
Dalam konteks ini, Zijlstra jadi tambahan penting karena posisi penyerang muda jarang dimiliki pemain keturunan sebelumnya.
Kecepatan proses administrasi jadi kunci agar Zijlstra bisa ikut Piala AFF U‑23 mendatang.
Bila cepat rampung, dia bisa langsung bermain bersama rekan satu timnya di SUGBK.
Posisinya akan bersaing dengan striker lain seperti Ole Romeny, yang juga menjadi opsi di lini depan.
Pelatih pun bisa mengombinasikan Zijlstra dan Romeny untuk variasi serangan timnas.
Adaptasi bahasa dan budaya pasti menjadi tantangan, tapi pengalaman sang striker di Belanda akan jadi modal positif.
Zijlstra juga harus beradaptasi dengan cuaca dan gaya bermain di Asia Tenggara.
PSSI serta pelatih U‑23 kemungkinan akan memberi program integrasi agar Zijlstra cepat menyatu dengan tim.
Video pendek wawancara Erick Thohir soal naturalisasi Zijlstra beredar luas dan mendapat review positif.
Di Belanda, media Volendam juga mengapresiasi langkah PSSI karena memberi kesempatan besar bagi pemain muda.
Potensi Zijlstra akan diuji di laga pertama AFF U‑23, menghadapi tim seperti Malaysia, Filipina, dan Brunei.
Jika tampil bagus, peluang masuk tim senior makin terbuka lebar.
Dengan demikian, Zijlstra berpeluang debut ganda dalam waktu dekat, baik di tim U-23 maupun senior Indonesia.
Proses administrasi mungkin berlangsung selama beberapa minggu, tergantung progres surat dari Kemenpora hingga DPR.
Untuk diketahui, Zijlstra lahir 9 November 2004 di Zaandam, Belanda.
Dia bergabung ke FC Volendam pada Juni 2024 setelah pindah dari NEC Nijmegen.
Dia sudah mencatat 6 penampilan liga dan 1 di Piala Belanda musim lalu.
Secara keseluruhan, total penampilannya mencapai 7 kali tanpa gol.
Meski belum mencetak di tim utama, performanya di tim muda cukup meyakinkan, dengan 17 gol dan 4 assist.
Semoga proses naturalisasi berjalan lancar agar Zijlstra segera siap memperkuat Merah Putih.
(J)
Editor : ALengkong