Jagosatu.com-Pertandingan antara Chelsea melawan Fluminense tidak hanya penuh aksi, tetapi juga menyisakan momen emosional dari Cole Palmer.
Momen panas terjadi ketika Palmer terlihat sangat kesal pada rekan setimnya, Nicolas Jackson.
Saat itu Chelsea mendapat peluang besar di dalam kotak penalti yang bisa saja menjadi gol kedua.
Jackson memilih untuk mengeksekusi sendiri peluang tersebut, padahal Palmer dalam posisi lebih bebas.
Sayangnya, eksekusi Jackson terlalu lemah dan berhasil diblok pemain belakang Fluminense.
Baca Juga: Fluminense Tumbang 0-2, Chelsea Pastikan Tiket Final CWC 2025
Setelah peluang itu terbuang, Palmer menunjukkan ekspresi frustrasi yang sangat jelas.
Ia menendang tiang gawang dengan keras sambil berteriak keras ke arah Jackson.
Dilansir dari TalkSport - Palmer terlihat marah besar karena merasa peluang tersebut seharusnya diberikan padanya.
Momen ini tertangkap kamera dan langsung viral di media sosial serta jadi sorotan media Inggris.
Banyak fans Chelsea ikut membahas insiden itu dan mempertanyakan keputusan Jackson.
Palmer sendiri dikenal sebagai pemain yang jarang menunjukkan emosi berlebihan di lapangan.
Namun situasi di semifinal Piala Dunia Antarklub tentu menambah tekanan mental bagi pemain muda seperti dia.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, belum memberikan komentar langsung soal insiden itu.
Beberapa pengamat menilai kejadian itu sebagai tanda kurangnya komunikasi di lini serang Chelsea.
Namun di sisi lain, ada juga yang menganggap wajar karena laga penting ini penuh tekanan tinggi.
Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Chelsea 2-0 berkat dua gol Joao Pedro.
Meski menang, momen antara Palmer dan Jackson ini tetap jadi pembahasan hangat pasca pertandingan.
Menurut The Mirror - ini bukan pertama kalinya Jackson dikritik soal keputusannya di area penalti.
Maresca kemungkinan akan menenangkan kedua pemain tersebut dan menyatukan kembali chemistry tim sebelum final.
Chelsea dijadwalkan bertemu PSG atau Real Madrid di final Piala Dunia Antarklub 2025.
Situasi ini bisa jadi pelajaran penting bagi skuad muda The Blues untuk meningkatkan kerja sama tim.(YP)
Editor : Toar Rotulung