Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ini Dia 5 Legenda Nomor 10 Real Madrid yang Tak Tergantikan, Siapa yang Terbaik?

Toar Rotulung • 2025-07-24 21:00:29
Luka Modric usai mencetak gol pertama Real Madrid di laga final Supercopa Spanyol lawan Athletic Bilbao di Stadion King Fahd International, Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (17/1) dini hari.
Luka Modric usai mencetak gol pertama Real Madrid di laga final Supercopa Spanyol lawan Athletic Bilbao di Stadion King Fahd International, Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (17/1) dini hari.

JAGOSATU.COM - Nomor punggung 10 di Real Madrid telah menjadi mitos melegenda, simbol keagungan sekaligus tekanan bagi tim sebesar Los Blancos. Sepanjang sejarah klub, capaian indah dan momen sulit pernah dialami oleh para pemain yang berkesempatan mengenakannya.

Kini, setelah kepergian Luka Modric di akhir musim 2024/2025, nomor punggung keramat ini siap diperebutkan kembali untuk pertama kalinya setelah delapan tahun dikenakan oleh seorang maestro yang membawa Los Blancos ke era kejayaan di awal abad ke-21.

Pemain timnas Kroasia tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian gelandang bintang yang mengenakan seragam ikonik tersebut untuk raksasa ibu kota Spanyol. Namun, tidak hanya gelandang, nomor punggung ini juga pernah diberikan kepada para penyerang dan bahkan bek hebat, menjadikannya salah satu nomor punggung yang paling diminati dan paling banyak diperbincangkan di Madrid dari tahun ke tahun.

Ekspektasi bermain dengan seragam Los Blancos memang sudah sangat tinggi, tetapi mengenakan nomor punggung 10 menambah tekanan yang sangat berbeda bagi setiap pemain yang dipercaya memakainya.

Meskipun beberapa pemain mungkin gagal memenuhi standar tinggi yang melekat pada nomor ikonik tersebut, ada lima pesepak bola yang berhasil membangun dan melanjutkan warisan nomor punggung 10 di Real Madrid secara menawan, mengukir namanya dalam sejarah klub.

5. Mesut Ozil: Sang Pemberi Assist Tak Tergantikan

Mesut Ozil mewarisi nomor punggung 10 dari Lassana Diarra saat ia bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2010. Hanya dalam tiga musim singkat di ibu kota Spanyol, mantan pemain internasional Jerman ini mencetak 27 gol dan torehan 80 assist yang mencengangkan. Gelandang serang kelas dunia ini menciptakan keajaiban dengan bola di kakinya, selalu berusaha menemukan salah satu superstar yang membentuk lini depan Real Madrid.

Ozil bermain tanpa pamrih, memberikan assist demi assist kepada jajaran mesin gol Los Blancos seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, serta Gonzalo Higuain yang menemukan masa primanya di Santiago Bernabeu. Ozil seringkali menjadi salah satu pemain underrated dalam perjalanan Real Madrid menjuarai La Liga musim 2011/2012, di mana raksasa Spanyol tersebut meraih 100 poin dan mencetak 121 gol. Perannya dalam musim yang memecahkan rekor bagi Madrid tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik Los Blancos yang pernah bermain dengan nomor punggung 10.

4. Clarence Seedorf: Kekuatan dan Dedikasi di Lini Tengah

Clarence Seedorf sudah menjadi juara bahkan sebelum bergabung dengan Real Madrid, dan ia melanjutkan kesuksesannya bersama raksasa Spanyol tersebut. Pemain kebangsaan Belanda ini menambahkan satu gelar La Liga ke dalam lemari trofinya di musim pertamanya bersama Los Blancos, satu Piala Eropa di musim keduanya, dan satu Piala Interkontinental di musim ketiga sekaligus musim terakhirnya berseragam putih.

Mantan bintang Ajax ini bermain dengan fisik dan kekuatan yang berbeda dari bakat artistik para gelandang sebelumnya yang mengenakan nomor punggung 10. Namun, Seedorf selalu memberikan segalanya di lapangan, memenangkan hati para Madridista di seluruh dunia. Selain kecemerlangannya di lini pertahanan, Seedorf juga berkontribusi dalam serangan ketika dibutuhkan. Sang gelandang mengakhiri tiga tahun kariernya di Real Madrid dengan membukukan 55 gol di semua kompetisi.

3. Luis Figo: Galactico Pertama dan Pembawa Perubahan

Dibutuhkan pemain yang sangat istimewa untuk mewakili Barcelona dan Real Madrid dan tetap dihormati. Ketika Luís Figo pindah dari Catalunya ke ibu kota Spanyol pada tahun 2000, ia menjadi pemain termahal saat itu, yang pada akhirnya menandai dimulainya era Galacticos. Bahkan, di tim yang sama dengan legenda seperti Raul dan Zinedine Zidane, Figo seringkali menjadi kunci kemenangan Madrid. Berkat assist gemilang sang ikon Portugal dan kemampuan menggiring bolanya yang memukau, ia masuk dalam kelompok elit pemain hebat Real Madrid setelah lima tahun mengabdi.

Kepemimpinan Figo juga membantu Los Blancos meraih tujuh trofi selama masa jabatannya, termasuk dua gelar La Liga dan gelar Liga Champions musim 2002. Gelandang serang kreatif ini merupakan satu dari delapan pemain yang pernah memenangkan Ballon d’Or saat berseragam Real Madrid.

2. Ferenc Puskas: Sang Pencetak Gol Legendaris

Tak heran jika Ferenc Puskas memiliki penghargaan tersendiri yang menggunakan namanya. Sang penyerang adalah salah satu pencetak gol terbaik yang pernah mewakili Real Madrid, bahkan dalam sejarah olahraga ini. Puskas mencetak 242 gol dalam 262 penampilan untuk Los Blancos, menjadikannya pencetak gol terbanyak keenam sepanjang masa Madrid. Namun, setiap pemain yang berada di atasnya dalam peringkat klub, mencatatkan ratusan penampilan lebih banyak daripada pemain timnas Hungaria tersebut.

Kehebatan superstar internasional ini di depan gawang membantu Real Madrid memenangkan tiga Piala Eropa. Puskas selalu bersinar di laga puncak. Sang superstar sukses mencetak tujuh gol di final Piala Eropa, terbanyak yang pernah dicetak oleh pemain mana pun dalam sejarah. Ia juga satu-satunya pemain yang pernah mencetak empat gol di final Piala Eropa atau Liga Champions yang belum ada pesepak bola yang menyamai rekornya hingga saat ini.

1. Luka Modric: Maestro Modern dan Kolektor Trofi

Luka Modric berdiri sendiri sebagai pemain Real Madrid terbaik yang mengenakan nomor punggung 10 di era modern. Pemain Kroasia ini mencapai semua yang bisa diraih dalam olahraga ini saat mengenakan seragam putih. Lemari trofi sang gelandang sendiri sudah cukup membuktikan posisinya di peringkat teratas dalam daftar ini. Modric memenangkan 28 trofi bersama Los Blancos, terbanyak yang diraih oleh satu pemain dalam sejarah klub.

Di antara trofi yang diraihnya adalah rekor enam gelar Liga Champions, empat trofi La Liga, dan satu Ballon d’Or yang akan membekas di setiap pencinta sepak bola yang menyaksikan kehebatannya sebagai maestro di era modern ini. Selain gelar-gelar tersebut, kelas dan kualitas Modric di lapangan sudah mendunia.

Dari umpan-umpannya yang memukau serta eksekusi bola matinya yang tampak mudah, hingga kemampuannya untuk mengatur tempo pertandingan melawan lawan mana pun, Modric adalah simbol keanggunan dan efisiensi.

Pemain berusia 39 tahun ini mengukuhkan warisannya sebagai gelandang tengah terbaik dalam sejarah Real Madrid. Sayangnya, di musim panas 2025 ini, Modric memutuskan hengkang ke Serie A untuk bergabung dengan AC Milan, meninggalkan lubang besar dan nomor 10 yang kosong di Bernabeu.

Editor : Toar Rotulung
#Legenda Madrid #Real Madrid #mezut ozil #Luca Modric #luis figo #ferenc puskas