Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kisah Inspiratif Hannah Hampton: Dari Cacat Mata hingga Bawa Inggris Juara Eropa!

ALengkong • 2025-07-28 10:47:04
Inspirasi sejati! Hannah Hampton buktikan cacat mata bukan halangan raih mimpi. Bawa Inggris juara Eropa & jadi Player of The Match!
Inspirasi sejati! Hannah Hampton buktikan cacat mata bukan halangan raih mimpi. Bawa Inggris juara Eropa & jadi Player of The Match!

Jagosatu.com - Kiper Timnas Putri Inggris, Hannah Hampton, memiliki kisah luar biasa. Meski memiliki kelainan pada matanya, ia berhasil mengantarkan The Lionesses meraih gelar juara Piala Eropa Wanita 2025.

Inggris menjadi kampiun Piala Eropa Wanita 2025. Pasukan Sarina Wiegman keluar sebagai juara setelah mengalahkan Spanyol dalam drama adu penalti pada babak final. Laga ini berlangsung di Stadion St. Jakob-Park, pada Senin (28/7) dini hari WIB.


 Baca Juga: MENEGANGKAN! Inggris Juara EURO 2025 Setelah Adu Penalti GILA Lawan Spanyol!

Pahlawan Adu Penalti dan Kondisi Medisnya

Hannah Hampton menjadi pahlawan bagi Inggris dalam babak adu penalti yang menegangkan itu. Penjaga gawang berusia 24 tahun ini menepis dua eksekusi penalti dari pemain Spanyol.

Keberhasilannya ini memastikan kemenangan timnya dengan skor 3-1 di babak tos-tosan.

Performa gemilang Hampton melawan Spanyol membuatnya dinobatkan sebagai Player of The Match. Nama Hannah Hampton pun viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat penggemar sepak bola.

Usut punya usut, Hampton memang memiliki keterbatasan pada matanya. Pemain yang membela tim putri Chelsea ini menderita strabismus. Kondisi ini dikenal sebagai mata juling, di mana posisi kedua mata tidak sejajar dan melihat ke arah yang berbeda.

Kondisi mata juling Hannah Hampton sudah diderita sejak ia lahir. Dia bahkan mengaku mengalami kesulitan sederhana seperti menuang air di gelas akibat gangguan penglihatannya tersebut.

"Saat menuangkan segelas air, saya akan menumpahkan air jika tidak memegang gelasnya," kata Hampton dalam wawancara dengan Ben Foster, dilansir dari Metro.

Ia menambahkan, "Para pemain selalu meminta saya saat latihan: 'Bisakah kamu membuatkan saya secangkir teh?' Dan memegang cangkirnya sambil berkata, 'Bolehkah saya minta susu?'"

"Saya menumpahkan air di sepatu mereka dan kemudian mereka mengeluh kepada saya. Saya bilang ke mereka 'Yah, itu salahmu sendiri, kan?'," ujarnya sambil berkelakar.


 

Melawan Vonis Dokter dan Meraih Mimpi

Hannah Hampton bahkan hampir gagal berkarier di dunia sepak bola. Ini terjadi setelah dokter melarangnya bermain lantaran kondisi matanya yang tidak sempurna.

Meski begitu, ia tetap memilih jalan sebagai pesepakbola dan berhasil meraih prestasi gemilang. Ini adalah bukti semangat juangnya.

"Sejak kecil saya sudah diberitahu kalau saya tidak bisa bermain sepak bola, bahwa itu bukan profesi yang bisa saya tekuni. Namun inilah saya," ujarnya dengan penuh kebanggaan. Kisah Hannah Hampton menjadi inspirasi bagi banyak orang.(chK)

Editor : ALengkong
#Euro 2025 Wanita #SPANYOL #Sepakbola #Inggris