Jagosatu.com - West Ham kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 3-2 dari Wolves di babak kedua Carabao Cup musim ini.
Dalam laga di Molineux, West Ham sempat unggul 2-1 melalui gol dari Tomas Souček dan Lucas Paquetá.
Namun drama terjadi ketika Jørgen Strand Larsen masuk dan mencetak dua gol cepat pada menit ke-82 dan 84 untuk membalikkan hasil.
Kekalahan ini menandai tiga kekalahan beruntun di awal musim bagi West Ham dan menambah tekanan pada manajer Graham Potter.
Usai laga, kapten Jarrod Bowen mendekati tribun pendukung timnya dan memicu ketegangan saat mempertahankan diri dari komentar suporter.
Rekan setim Tomas Souček dan kiper Alphonse Areola segera menarik Bowen menjauh sebelum situasi semakin memanas.
Bowen kemudian melepas ban kaptennya saat situasi semakin tegang dan ia mulai menjauh dari tribun.
Tak lama kemudian, Bowen meminta maaf lewat Instagram, menyatakan bahwa ia penuh semangat namun harus memberi contoh lebih baik.
Dalam permintaan maafnya, Bowen menekankan cintanya pada klub dan ajakan untuk melewati masa sulit bersama suporter.
Manajer Graham Potter memilih meredam ketegangan dan menyebut insiden tersebut sebagai “pertukaran pandangan oleh orang yang peduli”.
Potter menambahkan bahwa para suporter juga merasakan sakit akibat hasil buruk, sehingga perlu bersatu untuk mendukung tim.
Prestasi Bowen sebagai kapten dan loyalitasnya terhadap klub kembali menjadi sorotan publik dan media.
Insiden ini memperkuat kekhawatiran atas kualitas transfer musim panas yang dinilai tidak cocok dengan gaya permainan Graham Potter.
Mantan striker West Ham, Dean Ashton, menyebut jendela transfer klub sangat buruk dan menyebut situasi tim kini “shambolic”.
Ashton menyoroti bahwa banyak transfer dilakukan untuk pelatih sebelumnya, tidak sesuai dengan filosofi “build-from-the-back” Potter.
Meski demikian, pimpinan klub seperti Karren Brady menyatakan kepercayaan terhadap Potter tetap bertahan.
Selain West Ham, klub Premier League lain seperti Leeds dan Sunderland juga tersingkir dini dari Carabao Cup.
Beberapa tim dari divisi lebih rendah justru mencatat kejutan, termasuk Cambridge United dan Wrexham yang melaju ke putaran berikut.
Newcastle United tercatat sebagai juara bertahan terakhir dan menjadi poin perbandingan bagi hasil buruk West Ham.
Penampilan buruk ini menambah beban mental pemain dan mendorong spekulasi akan pergantian skuat musim depan.
Tensi tinggi antara pemain dan suporter mencerminkan krisis kepercayaan internal dan eksternal di dalam klub.
Insiden Bowen dengan suporter juga memicu perdebatan soal batasan kritik pendukung terhadap pemain yang setia berjuang untuk klub.
Situasi West Ham kini berada di titik krusial, masih menunggu respons di pertandingan berikutnya sebagai momentum perbaikan.
Rasa bangga dan kecintaan Bowen terhadap klub tetap terlihat; kini tantangan terbesar adalah menyatukan kembali tim dan suporter. (anl)
Editor : ALengkong