Jagosatu.com – Final EuroBasket 2025 antara Jerman melawan Turki sukses membuat jutaan penonton menahan napas sampai detik terakhir.
Pertandingan yang berlangsung di Riga, Latvia, itu menjadi salah satu final paling seru sepanjang sejarah EuroBasket.
Jerman berhasil keluar sebagai juara dengan skor akhir 88–83 atas tim kuat Turki.
Pertarungan ini sangat ketat, bahkan terjadi 15 kali perubahan keunggulan sepanjang pertandingan.
Menurut FIBA, ada juga 11 kali skor imbang yang menunjukkan betapa panasnya laga ini.
Turki sempat memimpin di kuarter kedua lewat dominasi pemain NBA mereka, Alperen Şengün.
Şengün mencetak 28 poin, namun gagal menyelamatkan timnya dari tekanan luar biasa di kuarter keempat.
Jerman bangkit dengan luar biasa lewat performa dua pemain bintang mereka: Dennis Schröder dan Isaac Bonga.
Baca Juga: Bakal Pecah! Turki Tantang Jerman di Final EuroBasket Setelah Sama-Sama Belum Terkalahkan!
Schröder, yang juga bermain di NBA, menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan tinggi saat laga memasuki detik-detik akhir.
Isaac Bonga menjadi pahlawan dengan dua tembakan tiga poin penting di momen krusial kuarter keempat.
Tak hanya itu, Bonga juga berhasil merebut rebound ofensif penting saat waktu tersisa kurang dari 30 detik.
Menurut FIBA, Schröder akhirnya terpilih sebagai MVP EuroBasket 2025 atas performanya sepanjang turnamen.
Kemenangan ini menjadi gelar kedua bagi Jerman dalam sejarah EuroBasket, setelah terakhir kali juara tahun 1993.
Dilansir dari NBA.com, Jerman menyelesaikan turnamen ini dengan rekor sempurna, menang 9 kali tanpa satu pun kekalahan.
Di sisi lain, Turki kembali harus puas di posisi kedua, sama seperti EuroBasket 2001 saat kalah di final dari Yugoslavia.
Pertandingan ini juga menjadi catatan penting untuk EuroBasket karena atmosfer dan dukungan fans yang luar biasa di Latvia.
Dalam perebutan tempat ketiga, Yunani berhasil menang tipis atas Finlandia dengan skor 92–89.
Turnamen EuroBasket sendiri adalah ajang kejuaraan basket antarnegara Eropa yang diselenggarakan oleh FIBA setiap empat tahun.
Pada EuroBasket 2025, 24 negara bersaing di beberapa kota besar seperti Riga (Latvia), Tampere (Finlandia), dan Limassol (Siprus).
Banyak pihak memuji sistem kompetisi baru FIBA yang membuat pertandingan semakin seru dan tidak mudah ditebak.
Kemenangan Jerman ini diprediksi akan meningkatkan popularitas basket di negara mereka, khususnya di kalangan anak muda.
Final ini menunjukkan pentingnya mental juara dan kerja sama tim di panggung sebesar EuroBasket.
Kemenangan ini juga menjadi motivasi besar bagi tim-tim lain jelang Olimpiade Paris 2028.
(KT)
Editor : ALengkong