Jagosatu.com - Giannis Antetokounmpo akhirnya buka suara soal masa depannya di Milwaukee Bucks dengan kalimat yang bikin lega sekaligus waspada: “I’m locked in.”
Pernyataan itu ia ucapkan usai latihan pramusim Bucks, menandakan keseriusannya menghadapi musim baru NBA 2025–26.
Namun di balik kata “locked in” itu, Giannis ternyata menyimpan catatan kecil yang bisa mengubah segalanya.
Menurut New York Post, Giannis bilang dirinya bisa saja berpikir ulang soal masa depannya dalam enam hingga tujuh bulan ke depan.
Ia menegaskan bahwa selama mengenakan seragam Bucks, ia akan berjuang habis-habisan.
Tapi jika situasi tim berubah atau tidak sesuai harapan, keputusan pun bisa ikut berubah.
Hal ini langsung memicu spekulasi di kalangan penggemar dan analis NBA tentang kemungkinan Giannis pindah tim.
Baca Juga: NBA Gak Siap! Cooper Flagg Langsung Gacor di Laga Pertamanya
Beberapa rumor bahkan menyebut bahwa New York Knicks sempat membuka pembicaraan soal potensi pertukaran pemain.
Namun, menurut ESPN, pembicaraan itu tak berkembang jauh karena Bucks menolak melepaskan bintang utamanya.
Giannis sendiri dikenal sangat setia pada timnya, yang sudah ia bela sejak 2013.
Bahkan, ia membawa Bucks juara NBA pada tahun 2021 setelah 50 tahun tanpa gelar.
Tapi Giannis juga dikenal realistis soal ambisi juara dan perkembangan tim.
Ia pernah bilang, “Kalau kami tidak bisa bersaing untuk gelar, aku harus memikirkan karierku ke depan.”
Dilansir dari TalkSport, Giannis masih punya kontrak dengan Bucks hingga 2026–27 dengan potensi perpanjangan senilai 275 juta dolar.
Namun keputusan soal perpanjangan itu belum final dan bisa berubah tergantung performa tim musim ini.
Sementara itu, Milwaukee Bucks mencoba memperkuat chemistry tim dengan memperpanjang kontrak kakaknya, Thanasis Antetokounmpo.
Langkah itu dianggap sebagai cara menjaga rasa kekeluargaan di dalam tim.
Menurut Reuters, kontrak Thanasis diperpanjang satu tahun senilai sekitar 2,9 juta dolar.
Di sisi lain, analis NBA Charles Barkley justru mengkritik Giannis karena dianggap terlalu keras terhadap manajemen Bucks.
Barkley bilang bahwa Bucks sudah berusaha keras membangun tim kompetitif, termasuk dengan mendatangkan Damian Lillard.
Beberapa penggemar menilai Giannis hanya ingin memastikan timnya serius bersaing di level tertinggi.
Sementara fans lain khawatir pernyataannya jadi pertanda bahwa pintu keluar dari Milwaukee masih terbuka.
Musim ini disebut sebagai “make or break season” untuk Giannis dan Bucks.
Kalau mereka gagal menembus puncak klasemen atau tersingkir terlalu cepat di playoff, rumor transfer bisa muncul lagi.
Namun sejauh ini, Giannis tampak fokus sepenuhnya pada latihan dan chemistry tim.
Ia bahkan menegaskan bahwa saat ini, pikirannya hanya tentang satu hal: menang.
Dan untuk sementara waktu, Milwaukee bisa bernafas lega — sang “Greek Freak” masih setia, tapi dengan syarat. (KT)
Editor : ALengkong